Perkembangan Industrialisasi di Surabaya (1)

Awal Mula Berlangsungnya Aktivitas Industri

28 Mei 2024. Hal. 6

Perkembangan industri Surabaya pertama berlangsung beberapa abad yang lalu. Yakni ketika Daendels memutuskan untuk menjadikan Surabaya sebagai tempat yang penting dalam sistem pemerintahannya.

KALA itu Surabaya dianggap sebagai kota yang penting oleh pemerintah Hindia Belanda. Bukan hanya dalam sektor perdagangan rempah-rempah, namun juga untuk dikembangkan sebagai kota industri.

Pustakawan Sejarah Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, pemerintahan Hindia Belanda kala itu memahami betapa pentingnya pertahanan. Dan untuk itu, membangun sebuah bengkel reparasi peralatan perang yang digunakan oleh pasukan menjadi hal yang mendesak.

Di Surabaya pada tahun 1808 muncul bengkel konstruksi yang oleh orang Jawa disingka sebagai bengkel. Bengkel ini menurut berita lama menjadi awa mula pemikiran industri pemerintah di kota ini. Dari situ kemudia industri swasta muncul.

Namun sebelumnya sudah ada industri pembuatan uang logam di tahun 1800. “Saya baru menunjukkan bagaimana di tempat itu pad akhir abad 18 telah berkembang sebuah industri. Misalnya di sini sekitar tahun 1800 duit tembaga di cetak,” jelas.

Sebagai kota yang strategis dan menjadi wilayah penting kala itu, tidak salah jika pemerintah Hindia Belanda mengembangkan industrialisasi di sini.

Seperti tak ingin melewatkan kesempatan untuk mengeruk lebih banyak keuntungan dari kota ini, secara matang pemerintah Hindia Belanda memulai industrialisasi dan mengajak para investor mendirikan industri di kota ini.

“Pemerintah Hindia Belanda sudah membaca bahwa industri menjadi sektor yang akan sangat menguntungkan dan potensial,” pungkasnya. (bersambung/nur)