Perkembangan Indutrialisasi di Surabaya (9)
Berdiri Pabrik Es hingga Sabun
12 Juni 2024. Hal. 3
Ketika kota Surabaya semakin berkembang dan jumlah penduduknya bertambah, berbagai kebutuhan muncul.
SEIRING perkembangan kota dan kehidupan masyarakat, kebutuhan-kebutuhan yang muncul tersebut hanya bisa dipenuhi dengan membanun berbagai industri baru. Misalnya antara tahun 1860 dan 1880 muncul pabrik es.
Nah pabrik es itu milik G.H. Kuneman tetapi bellum lama pabrik es milik J. Spekerman Van Weezelenburg. Dia adalah seorang juru bayar dari administrasi militer yang setelah pensiun memilih untuk mendirikan pabrik pembuatan es.
Kedua pabrik es ini harus bekerja siang dan malam untuk bisa memenuhi kebutuhan es yang meningkat. “Ketika orang melihat bahwa pabrik es ini merupakan tambang emas, orang lain seperti Olie dan Bringolle, memabngun pabrik es baru,” jelas pustakawan Universitas Ciputra, Chrisyandi Tri Kartika kepada Radar Surabaya.
Tak hanya pabrik pembuatan es, seiring kebutuhan masyarakat pabrik-pabrik baru [un muncul. Salah satunya pada tahun 1862 oleh Firma Zanthuis es Co di Grudo, penggergajian kayu dengan mesin uap pertama di mulai. “Pabrik itu berdiri juga karena melihat kebutuhandi masyarakat,” jelasnya.
Sekitar tahun 1862 hingga 1868 menjadi tahun yang berat bagi industry di Surabaya. Berbagai tekanan hingga masalah perang di Eropa menjadi pemicunya. Tak sedikit pabrik yang bangkrut dan gulung tikar kala itu. Akan tetapi setelahnya industri di Surabaya kembali bangkit. Hal itu ditandai dengan didirikannya beberapa industry baru, salah satunya yakni pabrik sabun.
“Di tahun 1869 industri di Surabaya mengalami perbaikkan pesat. Itu terlihat dari laporan Residen Surabaya. Salah satunya dengan adnaya pembukaan pabrik baru, yakni pabrik sabun,” tuturnya. (bersambung/nur) Fajar Yuliyanto

