Pembukaan Jalur Kereta Api di Surabaya

8 April 2025

Jalur Kereta api pertama dan stasiun pertama yang dibangun di Surabaya terletak di kawasan Bibis atau Semut

TITIK ini terletak dekat dengan kompleks perdagangan dan jalur transportasi baik di darat maupun di air. Sehingga mudah dijangkau. Namun pada saat itu ada sedikit halangan, yakni harus merobohkan tembok pertahanan kota dan proyek galian yang harus ditimbun.
Terdapat gudang amunisi yang ada di dekat sana, serta lapangan berlathi yang harus dipindahkan untuk proyek

portasi sungai, yakni dibangun demang dengan tongsak.
Dari titik ini dan trasaportasi penghubung tersebut berlangsung sampai tahun 1886, sebelum jalur pelabuhan di aliran barat Kalimas disclesalkan.
Pada hari Kamis tanggal 16 Mei 1875, hari setelah pembukaan resmi pameran bertaniang ketiga, pembukaan bagian pertama dari sambungan jalan kereta api ke pedalaman Surabaya yang telah lama ditungan akhirnya dilunenkan. “Pada saat itu peron dan seluruh bangnum stasiun diniasi dengan mewah,” ujar Chrisyandi.
Pembukaan jalur baru menuju pelabuhan tersebut dilakukan dengan seremonial

yang meriah. Undangan bagi orang-orang penting dan pejabat disebar. Kebun di departa pengunan stasiun diraneang dengan mewah. Setelah Gubernur Jenderal dan Nyonya Van Lansberge diiring oleh direksi kereta api dan duduk, pejabat insinyur kepala jalur Surabaya-Pasuruan-Malang, Tuan H.G. Derx memberikan sambutan. Dia mengucapkan selamat datang kepada para tamu agung itu.
Sementara itu, bagi pemerintah kolonial Belanda, momen tersebut sangat penting, karena membawa serta keberhasilan dari suatu percobaan yang menentukan masa depan jalan kereta api Hindia Belanda. (jar/nur)

jalur kereta api ini. “Termasuk juga kompleks pemukiman di kawasan Semut yang perlu dihilangkan,” ujar Pustakawan Sejarah Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika kepada Radar Surabaya.
Chrisyandi mengatakan, akan tetapi posisi pelabuhan ini stasiun tersebut letaknya tidak menguntungkan. Sehingga dihubungkan dengan muara Kalimas melalui transportasi sungai, yakni dibangun dermaga dengan tonggak. Dari titik ini dan transportasi penghubung tersebut berlangsung sampai tahun 1886, sebelum jalur pelabuhan di aliran barat Kalimas diselesaikan.

Pada hari Kamis tanggal 16 Mei 1878, hari setelah pembukaan resmi pameran pertanian ketiga, pembukaan bagian pertama dari sambungan jalan kereta api ke pedalaman Surabaya yang telah lama ditunggu akhirnya diluncurkan. “Pada saat itu peron dan seluruh bangunan stasiun dihiasi dengan mewah,” ujar Chrisyandi.

Pembukaan jalur baru menuju pelabuhan tersebut dilakukan dengan seremonial yang meriah. Undangan bagi orang-orang penting dan pejabat disebar. Kebun di depan bangunan stasiun dirancang dengan mewah. Setelah Gubernur Jenderal dan Nyonya Van Lansberge diiringi oleh direksi kereta api dan duduk, pejabat insinyur kepala jalur Surabaya-Pasuruan-Malang, Tuan H.G. Derx memberikan sambutan. Dia mengucapkan selamat datang kepada para tamu agung itu.

Sementara itu, bagi pemerintah kolonial Belanda, momen tersebut sangat penting, karena membawa serta keberhasilan dari suatu percobaan yang menentukan masa depan jalan kereta api Hindia Belanda.