19 Januari 2016. Garibaldi Thohir Bicara tentang Infrastruktur_Pertumbuhan akan Munculkan Usaha Baru. Jawa Pos.19 Januari 2016.Hal.1,11

Tidak mungkin bermimpi membangun negara berbasis industri apabila listrik,pilar infrastruktur yang paling dasar,masih menjadi masalah percepatan pembangunan infrastruktur memang merupakan langkah awal yang tidak boleh ditawar.

 

Peningkatan pendapatan munculkan kebutuhan baru

Selain meningkatkan kapasitas listrik yang baru 47 ribu megawatt,juga bisa menarik lebih banyak pemodal ke tanah air. “lapangan kerja akan tercipta dan perekonomian tumbuh signifikan.” Ujar bos yang memimpin perusahaan batu bara terbesak ke empat di dunia itu. Pebisnis berusia 50 tahun tersebut yakin betul bahwa pembangun infrastruktur bisa menjadi salah satu kunci tercapainya pertumbuhan ekonomi. Pengusaha yang oleh forbes disebut sebagai orang terkaya ke 43 di indonesia itu mencontohkan, pembangunan infrastruktur akan dirasakan para pengusaha batu bara. Perbaikan fasilitas infrastruktur itu bakal mengompensasi harga komoditas bahan baku energi yang anjlok dan minimnya permintaan. Bisnis komoditas kembali menggeliat. Bertambah banyaknya pembangkit listrik di nusantara juga akan membuat orientasi pasokan batu bara dari yang selama ini cenderung  untuk ekspor. Kebutuhan pasar domestik yang tinggi membuat konsumsi dalam negri menanjak signifikan. Apalagi jika road map listrik 35ribu mw tidak diganti, pembangkit listrik tenaga uap dengan bahan baku batu bara akan mendominasi jenis pembangkit. “menurut saya,beberapa sektor potensial ada di sektor energi dan logistik. Untuk kommoditas unggulan,saya masih melihat batu bara punya peran yang besar.” Ujarnya. Menurut data PLN,sampai 2019 akan terbangun 109 pembangkit. Batu bara berpeluang memiliki peran besar karena harus menghidupi 21 ribuan mw pembangkit sebagai bos perusahaan energi yang berorientasi pada batu bara,dia yakin betul dengan peluang itu. Batu bara yang dikenal sebagai sumber energi kotor juga bisa lebih ramah lingkungan karena majunya tehnologi. “batu bara juga masih menjadi sumber energi yang murah dan reliable untuk pembangkit listrik” terang pria yang akrab dipanggil boy tersebut. PT Adaro energy yang dipimpimnnya sudah mempersiapkan diri untuk menyambut peluang itu. Caranya melanjutkan model bisnis terintegrasi vertikal. Menurut dia,pola yang dimiliki perusahaannya itu sudah teruji dalam menghadapi kondisi yang penuh tantangan. Yakni membuat integrasi dari tambang hingga ketenagalistrikan. “pertumbuhan perusahaan melalui tiga motor penggerak usaha,yaitu pertambangan,jasa pertambangan dan ketenagalistrikan” ujarnya. Bapak tiga anak ini lantas menjelaskan,jika berbagai proyek infrastruktur seperti listrik berjalan lancar,imbas ke perekonomian akan amat positif. Mulai tren gaya hidup,daya beli,sampai kultur. Semakin tingginya pertumbuhan ekonomi negara, peluang masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan semakin besar, ujung ujungnya,pendapatan tiap individu meningkat sehingga muncul kebutuhan baru dimasyarakat. Terutama untuk mengikuti gaya hidup terkini. “perubahan gaya hidup itulah yang berpengaruh pada kultur” imbuhnya. Boy mengatakan,ada banyak alasan yang membuat pembangunan infrastruktur menjadi agenda terpenting indonesia saat ini. Dia menyebut besarnya jumlah penduduk indonesia sebagai potensi pasar yang sangat besar. Kalau ditunjang keseriusan pemerintah dalam membangun infrastruktur bisnis di indonesia dipastikan tumbuh.

 

Sumber: jawa pos,selasa 19 januari tahun 2016