Pesona Kelembutan Negeri Sakura.Bisnis Indonesia Weekend.24 Agustus 2014.Hal.4

TISYRIN NAUFALTY T redaksi@bisnis.co.id

Lima belas model cantik bergantian muncul di atas catwalk di The Ritz-Carlton Jakarta, Jumat (15/8). Mereka memamerkan gaun pengantin rancangan desaigner kondang Ivan Gunawan. Pada pegelaran busana kali ini, gaun yang ditampilkan bernuansa Jepang.

Malam itu, lewat peragaan busana Madame Sakura, Ivan mempersembahkan siluet busana pengantin mulai dari sheath dress, ballgown, fit dan flare, hingga mermaid. Sementara itu, siluet bagian atas busana pengantin siluest bagian atas busana penganin menggunakan sejumlah gaya seperti strapless, sweetheart neckline, dan jewel neckline.

Pilihan yang beragam membuat para calon pengantin bisa menyesuaikan jenis gaun dengan lokasi pernikahan. Pesta pernikahan bisa digelar di berbagai tempat mulai dari gedung, kebun,hingga di tepi pantai sekalipun.

Dengan begitu, gaun pengantin tak melulu harus panjang menjuntai. Karena itu, koleksi gaun pendek juga dihadirkan bagi mereka yang harus menyelenggarakan pesta pernikahan di daerah yang cukup jauh. Gaun pedenk tentunya lebih praktis untuk dibawa berpergian.

Ivan memilih bahan tulle,lace,organdi, dan duchess untuk warna gaun disesuaikan dengan kehalusan budi pekerti masyrakta Jepang, sehingga yang muncul adalah warna-warna lembut seperti lilac,putih susu,putih gading,emas,serta wara khas bunga sakura yaitu merah muda pucat.

Desainer yang satu ini juga menambahkan hiasan pada gaun-gaunnya, misalnya saja gaun yang diberi kelopak bunga di seluruh bagiannya.selain itu, ada pula blazer dari bahan tulle dengan detail lekukan dan peplum. Selain itu, Ivan memberi penutup bahu pada koleksi lainnya.

Agar nuansa Jepang lebih memancar, riasan para model sengaja dikerjakan dengan gaya oriental look. Para model juga memakai hiasan atau membawaperlengkapan pemanis seperti ikat pinggang khas Jepang yang bernama obi, hiasan rambut, kipas, atau payung. Ivan rupanya membawa pernak-pernik itu langsungt dari Jepang.

Ivan terinsipirasi untuk merancang koleksi Madame Sakura karena sempat menikmati liburan di Negeri Matahari Terbit itu. Saat menikah, masyarakat Jepang banyak yang menggunakan pakaian ala Barat. Karena itu, dia pun sengaja mengaplikasikan siluet gaun-gaun Eropa yang diberi sentuhan ala Jepang.

Harapannya, para calon pengantin di Indonesia juga bisa mewujudkan sebuah pesta pernikahan bergaya Jepang. Secara umum, Ivan memiliki ciri khas yaitu menghadirkan rancangan busana yang sifatnya timeless. Dengan tidak mengikuti tren, rancangan busananya cenderung klasik.

Peragaan busana malam itu ditutp dengan penampilan tarian kabuki yang memepesona oleh Didik Nini Thowok. Didik mengenakan kostum kimono, rambut panjang, dan topeng terhanyut dalam budaya Jepang.

Mahkota Cantik di Hari Pernikahan

Tampil cantik dan menawan pada hari pernikahan menjadi dambaan setiap perempuan. Jika dibandingkan dengan laki-laki, perempuan memikirkan seluruh persiapan pernikahan lebih detail. Para tamu undangan pun biasanya sangat menantikan penampilan pengantin perempuan.

Jadi lah urusan meilih gaun yang indah sekaligus cocok dengan tema yang diidamkan masuk dalam daftar kegiatan yang panjang. Pemilihan aksesories dan hiasan pendukung tentu saja termasuk di dalam to do list itu.

Hiasan di rambut menjadi pilihan pertama yang patut dipertimbangkan karena paling cepat menyita perhatian. Jika terlihat indah diharapkan menularkan keelokannya, sehingga penampilan pengantin secara keseluruhan cocok untuk acara bahagia tersebut.

The Wedding Boutique Kelapa Gading menyadari pentingnya hiasan kepala bagi penampilan sehingga serius menggarap objek tersebut. Mereka membuatnya senidri, sehingga meiliki sederet koleksi seperti Classic Diamond Pearl dan Swarovski Abstract.

Hiasan tersebut dipakai dengan menempelkannya di rambut lalu dijepit agar kencang dan tak gampang berpindah tempat. Ada pula dibentuk seperti peci yang bisa langsung dipakai namanya Bohemian Flower Butterfly.

Ketika hiasan dibentuk kupu-kupu itu disandingkan dengan berlian atau mutiara semakin menambah cantik. Biasanya yang dibuat peci tersebut berbahan dasar dari bordir sehingga bisa terbentuk seperti kepala. Untuk bordirannya itu sendiri disamakan dengan gau pengantin yang dikenakan mempelai wanita.

Marketing The Wedding Boutique Nadine mengatakan hiasan rambut ini berbahan dasar lace atau brocade serta trulle atau jaring dan bisa ditambah mutiara, diamon, atau swarovski. Tulle yang digunakan adalah bermotif dan memiliki jaring yang besar tidak seperti untuk dress.

“Hiasan ini dibuat sesuai dengan permintaan dan diikuti dengan dress-nya.

Pembuatannya hanya satu-dua hari saja tergantung dari kesulitannya. Bahan-bahan material juga sudah ada tinggal dijahit, bukan dengan ditempel,” ujar Nadine.

Jika Anda menginginkan hiasan kepala yang panjang hingga ke pnggang atau menutup wajah yang nantinya akan dibuka oleh di pengantin pria, Wedding Boutique juga menyediakan Hand Band Swarovski. Jenis ukuran dan panjangnya bisa diseuaikan dengan permintaan klien. Atiqa Hanum

Bisnis Indonesia Weekend Trend

Minggu, 24 Agustus 2014