Cindy Aprilia memillih berolahraga trekking untuk menjaga tubuh agar lebih sulit dimasuki virus. Dengan berolahraga daya tahan tubuh akan lebih kuat.
“Tentu saya juga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari,” kata perempuan 20 tahun in.
Olahraga trekking menjadi pilihan Cindy karena kesukaannya saat melihat alam terbuka ditambah dengan udara bersihnya. Dia merasa sangat nyaman.
Meski sering kehujanan dan jatuh karena medannya yang ekstrem, tapi pengalaman trekking yang dirasakannya membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih tangguh.
Mahasiswi Fashion Product Design and Business Universitas Ciputra (UC) Surabaya ini menambahkkan, melakukan trekking rutin setiap hari Minggu dengan jarak kurang lebih 8 samapi 10 km.
“Setiap lari kalau ambil trek yang panjang, selalu saya selesaikan kurang lebih 3 jam. Kegiatan ini biasa saya lakukan di daerah dataran tinggi, seperti Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur,” ujar perempuan kelahiran Sidoarjo, 18 Apriil 2002 ini.
Selain itu, perempuan berzodiak Aries ini mengaku menjadikan trekking sebagai kegiatan untuk merefresh pikiran agar lebih jernih. Cita-cita Cindy adalah mengeksplor lebih banyak tempat untuk melakukan trekking.
“Saya akan mengajak teman-teman saya untuk ikut olahraga seperti saya agar mereka bisa merasakan dampak positf dari trekking ini,” tutupnya. (zia)
Sumber: Surya. 19 Januari 2021. Hal.3

