
Surabaya, Jawa Pos – Universitas Ciputra (UC) serta dinas kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur menghelat seminar kebudayaan kemarin (29/7). Event bertajuk tranformasi kebudayaan panji Era Milenial itu diberi ruang khusus tentang cerita panji yang pada 2017 tercatat sebagai Memory of the World (MoW) oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa alias UNESCO.
Kendati demikian, cerita panji belum terlalu popular dikalangan masyarakat, terlebih dikalangan milenial. Prof Dr Wardhiman Joyonegoro, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan, menyaampaikan bahwa cerita panji merupakan kumpulan cerita dari Jawa periode klasik. Tepatnya dari era Kerajaan Kadiri alias Kediri. Isinya mengenai kepahlawanan dan cinta yang berpusat pada dua tokoh. Yakni, Raden Inu Kertapati (panji Asmarabangun) dan Dewi Sekartaji (galuh Candrakirana).
Pria yang berjasa mendorong cerita panji masuk MoW tersebut menyatakan, cerita panji masuk MoW tersebut menyatakan, cerita panji itu bukan cerita main-main. Namun, wujud identitas bangsa yang harus terus diangkat dan dilestarikan oleh generasi bangsa. “karena banyak cerita dan nilai kehidupan yang bisa diambil dan dipelajari dari kisah itu seperti perjuangan, kesetian, ketulusan, kejujurab, kepahlawanan, dan kisah-kisah luhur lainnya,” ujarnya.
Kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DPK) Jatim Sinarto menjelaskan, cerita panji memiliki banyak nilai yang masih relevan dengan kehidupan sekarang. Bahkan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu pihaknya bakal menyemarakkan kebudayaan panji dalam berbagai festival dan lomba. Pihaknya juga sedang berupaya membuat cerita panji agar dapat dikisahkan atau menjadi bahan edukasi yang sesuai dengan anak-anak usia sekolah menengah pertama.
Rektor UC Yohanes Somawihardja menambahkan, kampusnya mengapresiasi cerita panji tersebut dalam berbagai aspek. Salah satunya bida desain yang menjadikan cerita itu sebagai salah satu inspirasi dan berkreasi. “sudah saatnya kita mempopulerkan budaya bangsa dalam berbagai bidang. Tentu ini adalah peran kita semua,” tuturnya.
Sumber: Jawa Pos.30 Juli 2019.
