Pewarta:  | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Konsep MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang diluncurkan oleh Kemendikbud membuka banyak peluang bagi sivitas akademika untuk ikut terlibat dalam program-programnya. Kolaborasi lintas prodi, bahkan lintas universitas menjadi sangat terbuka.

Selain mengikuti program-program MBKM yang diluncurkan oleh pemerintah, Prodi Arsitektur Universitas Ciputra juga menginisasi program MBKM mandiri “Intervarsity International Design Competition”. Sebuah kolaborasi kompetisi desain yang diselenggarakan bersama oleh Prodi Arsitektur Universitas Ciputra dengan Universiti Sains Malaysia dan Universitas Kristen Maranatha. Kolaborasi dilakukan dalam mulai dari penyelenggaraan kompetisi, penjurian, dan mentoring desain bagi para peserta kompetisi.

Sustainable Development Goals menjadi issue utama yang diangkat dalam kompetisi ini. Sustainability dalam pengertian yang luas, menjadi isu yang harus diangkat mahasiswa dalam karya-karyanya, baik dalam kategori short videography, furniture, dan spatial design.

celine

Kategori Short Videography mengangkat tema khusus yaitu Space vs Pandemic, dimana karya-karya video yang dibuat oleh mahasiswa menceritakan adaptasi ruang, aktivitas, dan desain, terkait kondisi pandemi. Kategori furniture mengambil tema fitness.ture, mengajak mahasiswa untuk membuat furniture multifungsi, yakni furniture yang juga dapat berfungsi sebagai alat olahraga. Kategori utama dalam kolaborasi kompetisi ini, Spatial Design, mengambil 3 dari 17 SDG’s sebagai tema utama. 3 goals itu adalah Health and Wellbeing, Quality Education, dan Sustainable Cities and Communities.

Mengangkat judul “Pray in Pandemic Era”, Muhammad Bayu Aditama dari Prodi Arsitektur Universitas Ciputra Surabaya berhasil menjadi juara 1 dalam kategori “Short Videography”. Bayu dan team nya mengangkat adaptasi/perubahan perilaku yang harus dilakukan umat Islam saat beribadah, khususnya di bangunan Hubbul Wathan Grand Mosque, atau yang lebih dikenal dengan nama Islamic Center, di Nusa Tenggara Barat.

Selain memunculkan narasi perubahan perilaku, Bayu juga mengangkat lokalitas budaya setempat yang muncul dalam bangunan tersebut.

Di kategori Spatial Design, mahasiswi Prodi Arsitektur Universitas Ciputra, Celine Gojono, berhasil menjadi 2nd winner sekaligus favourite winner. Celine dengan project M Art Gallery mengangkat tema Sustainable Design for Cities and Communities. M Art Gallery karya Celine memfasilitasi berbagai aktivitas, untuk berbagai user, dengan berbagai kepentingan, dalam satu bangunan. Program ruang berupa studio, café, co-working space, dan art hall ditata dalam satu massa bangunan yang terdiri dari 3 lantai. Inovasi fasade bangunan dengan konsep parametrik dilakukan untuk menghasilkan shade dan shadow dari cahaya alami, sehingga tercipta suasana ruang dalam yang natural. (*)