Banyuwangi, Surya – Pulau Tabuhan, pulau kecil tak berpenghuni yang berada di perairan selat Bali, mulai 9 – 10 Agustus 2014 mendadak hidup dengan kehadiran pulau kitesufers (peselancar layang) dari mancanegara.
Mereka hadir untuk meramaikan Summer Kittesurf Camp yang digelar oleh Resort Bangsring Breeze dan Pemkab Banyuwangi. Ini merupakan ajang ujicoba lomba kitesirfing sebelum lomba sesungguhnya pada 2015.
“Ini memang sekedar untuk memperkenalkan dulu lokasi kitesurfing di Pulau Tabuhan sebelum kami menggelar kompetisi yang sesungguhnya di 2015,” kata Jeroen Van Der Kooij, peselancar asal Belanda yang menjadi penggagas acara.
Menurutnya, kondisi perairan dan angin di sekitar Pulau Tabuhan memang ideal untuk selancar layang maupun selancar angin. Angin yang konstan bertiup antara 18-22 knot membuat selancar layang maupun selancar angin sangat ideal di pantai ini. Ombak yang cenderung kuat tapi tidak terlalu tinggi juga disebut cocok untuk dua olahraga ini.
Karena masih ajang uji coba, Summer Kitesurf Camp bersifat senang-senang semata. Hadian lomba pun hanya sekedar penghargaan kecil sebagai penanda ikut berpartisipasi. Karena itu, sebagaian besar dari total 40 peserta yang hadir bukanlah atlet profesional.
“Saya hanya main selancar layang untuk senang-senang saja, bukan atlet pro. Meski demikian, saya bisa kasih penilaian tempat ini bagus untuk selancar layang, karena saya sudah banyak ke lokasi di asia,” kata Yoek Boo, peselancar asal Singapura.
Jepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Yanuarto Bramuda mengatakan, Pemkab Banyuwangi akan mempersiapkan lomba yang lebih serius pada Agustus 2015 dengan mengambil tempat di Pulau Tabuhan.
Bramuda optimistis lomba selancar layang di Banyuwangi akan menarik minat peserta. Karena di Indonesia, lomba semacam hanya ada di Bali dan Lombok. “Nanti lombanya ya mengacu pada lomba internasional, ada freestyle, halang rintang atau slalom,” katanya.
Sumber : Surya, 11 Agustus 2014, Hlmn 5

