3. Raja Anti Virus yang Terlibat skandal Penipuan di Bisnis Browswer. Kontan. 8 Januari 2014.Hal.24

Dessy Rosalina P, Adhitnya Himawan

Sukses di bisnis anti virus dengan konsep “freemium” alias gratis, tidak lantas membuat rencana Zhou membesarkan bisnis browser berjalan mulus. Pada tahun 2011 hingga 2012, dua lembaga riset yakni Anymous Analytics dan Citron Research menuduh bahwa laporan trafik penggunaan 360 Safe Browser palsu dengan tujuan menarik pengiklan. Citra browser pabrikan Qihoo pun tercoreng setelah terlibat perang opini publik dengan kritikus beken di dunia maya.

Sederet rintangan membayangi aksi Zhou Hongyi membesarkan Qihoo 360 Technology Co menjadi salah satu produsen software terbesar di China. Sejak berdiri pada tahun 2005, Zhou terlibat sejumlah skandal yang memberatkan langkah ekspansi Qihoo 360.

Pada tahun 2012, Qihoo 360 menghadapi tuduhan serius berupa penipuan trafik pengguna. Mengutip TechinAsia, lembaga riset internet, Anymous Analytics, menuduh Qihoo 360 memberikan data trafik palsu pada mesin pencari (brower) untuk mendulang iklan.

“Kami menemukan bukti bahwa Qihoo menghilangkan kode di 360 Safe Browsers agar trafik sesungguhnya tidak dapat direkam oleh mesin pelacak trafik, comScore,” tulis Anymous Analytics. Menurut Anonymous Analyitcs yang terbit juli 2012 itu juga merekomendasikan agar Pemerintah Amerika Serikat (AS) menginvestigasi dan menghapus Qihoo 360 dari bursa AS. Tuduhan penipuan trafik ini bukan yang pertama kali.

Setahun sebelumnya Qihoo 360 dituduh menipu data trafik oleh Citron Research. Tuduhan ini sontak membuat Zhou berang. Perang opini pun tak terhindarkan. Zhou dan sejumlah pebisnis internet China lain bergandengan tangan menuduh bahwa Citron sengaja menjelek-jelekan perusahaan internet China

Aliansi pendukung Zhou bahkan membuat situs CitronFraud.com untuk mengungkapkan rekor buruk Citron. Perang opini tentang 360 Safe Browsers berlanjut pasca pengamat teknologi China, Fang Zhouzi, angkat bicara.

Awalnya, Fang menulis di situs mikroblog Weibo bahwa 360 Safe Browser tidak aman karena mengoleksi data personal pengguna. Tak lama, pengamat teknologi lain, Sima Nana, menulis di akun Weibo bahwa dirinya telah menghapus aplikasi 360 Safe Browsers dari ponselnya.

Kredibilitas Qihoo langsung tercoreng. Pasalnya, Fang dan Sima merupakan dua kritikus yang memiliki banyak follower di dunia maya. Qihoo menampik anggapan miring tersebut dan menuduh bahwa Fang dan Sima disuap oleh Baidu, rival sekaligus jawara browser di China.

Perang opini terus berlanjut ke ranah hukum. Qihoo dan Kritikus saling menuntut atas dugaan pencemaran nama baik. Yang pasti, bisnis browser Qihoo terkena imbas buruk. Buntutnya Apple Inc melarang semua aplikasi Qihoo mulai dari browser, anti virus dan sebagainya, dari pasar aplikasi IOStore.

Alasan Apple, Qihoo dicurigai memanipulasi peringkat aplikasi di IOStore. Apple mendepak Qihoo mulai awal tahun 2013. “Xiomi, Huawei, Coolpad, Oppo dan Lenovo juga dikabarkan melarang penggunaan aplikasi pabrikan Qihoo,” tulis TechinAsia.

Demi memulihkan citra, Qihoo meminta China’s Ministry of Industry and Information Technologi (MIIT) untuk menginvestigas produk 360 Safe Browsers. Kendati ditimpa skandal, keberuntungan masih menghampiri Qihoo.

Mengutip Reuters, Qihoo menekan perjanjian kerjasama dengan Microsof Corp pada Juni 2014. Perjanjian kerjasama ini meliputi semua lini produk Qihoo, termasuk browser. Qihoo sukses mendulang kerjasama dengan Microsoft di tengah China yang anti menggunakan produk teknologi AS.

Sejatinya, nama baik Zhou secara personal pun sempat tercoreng. Departemen Informasi Cina tahun 2011 mengungkap, Zhou digugat oleh Pusat Informasi Jaringan Internet karena peniupan laporan keuangan situs 3721.com milik Zhou. Bahkan, kabar berhembus, Zhou keluar dari Yahoo! China pada tahun 2005 karena kasus penggelapan.

(bersambung)

Sumber : Kontan. 8 Januari 2014. Hal 24