Ramen Burger tanpa Kuah. Jawa Pos. 29 April 2015.Hal.36

Surabaya. Mendengar kata ramen, yang terpikirkan adalah mi khas jepang berukuran besar dengan kuah kental. Sementara  itu, burger identic dengan setangkup roti berbentuk bulat dengan aneka isian. Bila disatukan, ramen berubah wujud menjadi ramen burger.

Memang, sajian tersebut sudah mewarnai kuliner dunia. Mulai Jepang, benua Amerika, hingga Eropa. Setahun terakhir, ramen burger makin mudah ditemui di Indonesia, dimulai dari Jakarta hingga Bandung. Tidak mau kalah, Surabaya juga mengembangkan makanan berbahan mi khas Jepang itu.

Disebut ramen burger karena peran dua lapis roti digantikan ramen yang digoreng kering. Sebenarnya mi yang digunakan berasal dari mi telur. Hanya, ada tambahan bumbu tertentu. Kemudian mi digoring dalam cetakan bundar dengan sedikit olive oil hingga mi menjadi kecoklatan dan kering.

Kali ini, chef Rufadin memilih sirloin utuh yang digrill setengah matang sebagai isianya. “Harus berbeda dengan yang lainnya,” jela executive sous chef di Hotel Majapahit tersebut.

Bawang bombai, irisan telur, parsley, dan tomat panggang hadir sebagai pelengkap didalam ramen burger. Untuk memperkuat kekhasan Jepang ditambahkan arugula leaf dan oregano.

Sausnya, bisa dikatakan, “Jepang banget”. Chef Rufadin mengombinasikan kikoman sauce, mirin sauce, doshimoto, dan shallot. “Ada rasa asam, asin, dan manis,” tuturnya,

SUMBER : Jawa Pos 29 April 2015. Hal. 36