Klik Berita: https://rri.co.id/surabaya/daerah/329298/rhenald-kasali-entreprenuer-jangan-orientasi-cuan-dan-cuan?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

KBRN, Surabaya : Entreprenuership bukan semata mata untuk mencari cuan dan cuan, tidak perlu bekerjakeras namun Entreprenuership datang dari hasil membangun nama baik dan tidak memiliki sifat perhitungan terlebih dulu.

Hal tersebut disampaikan Prof. Rhenald Kasali, Ph.D. selaku founder Rumah Perubahan dan Guru Besar FEB Universitas Indonesia yang memberikan kuliah umum dengan tema “Masa Depan Entrepreneurship dan Perubahan Sosial di Kawasan ASEAN” di kampus Universitas Ciputra Surabaya.

“Yang pertama untuk beradaptasi diperlukan manusia-manusia adaptif maka harus dilatih. Latihannya itu bisa jangka pendek belajar, dan dilatih dengan cara-cara yang masuk di kognisi, dalam pikiran. Tapi yang lebih baik itu, adalah dibangun sejak usia dini. Sehingga anak-anak itu  bisa berbahasa positif, bisa kreatif, kemampuan motoriknya, tidak takut, tidak malas. Dia tahu seni perannya karena Entreprenuer itu bukan semata-mata cuan,” ujar Prof. Rhenald Kasali, Ph.D, Senin (20/8/2023).

“Sekarang ini, saya prihatin banyak sekali, orang yang ngajarin cuan, cuan-cuan, passive income, tidak perlu kerja keras,  yang tadi saya bilang ensecure. Jangan begitu, Entreprenuer itu adalah buah dari nama baik, tidak perhitungan dulu, tapi perhitungan jangka panjang. Nama baik itu penting sekali, dan kreatif. Jadi kalau tidak dibangun dari situ, tidak bisa,” sambungnya.

Pemilihan tema “Masa Depan Entrepreneurship dan Perubahan Sosial di Kawasan ASEAN” diharapkan dapat menjadi gambaran sekaligus kajian mendalam tentang masa depan Entrepreneurship di tengah derasnya arus perubahan sosial, khususnya di wilayah ASEAN.(OA)