SELAIN sebagai Kota Pahlawan, Surabaya juga merupakan kota kuliner. Karena banyaknya makanan yang sampai saat ini masih melegenda, salah satunya yakni rujak cingur.

Makanan yang komposisinya terdiri dari sayuran, buah dan cingur atau mulut sapi itu kemudian dicampur petis ini digemari banyak orang. Terutama bagi pendatang atau wisatawan yang berkunjung di Surabaya. Menurut pegiat sejarah Nur Setiawan, rujak cingur ada sejak zaman Belanda atau sekitar tahun 1930. Ia menyebut, rujak cingur awal mula dibawa oleh para pendatang dari Madura. Karena Surabaya merupakan kota bisnis dan perdagangan sehingga peluang untuk bertahan hidup di kota Surabaya saat ini sangat besar.

“Rujak cingur memang asli Surabaya. Saat itu pendatang dari Madura ingin bertahan hidup. Dan kemudian muncul ide untuk menjual rujak cingur. Sehingga nama rujak cingur melekat menjadi makanan khas Surabaya,” katanya.

Sementara Pustakawan Sejarah dari Universitas Ciputra Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, asal usul rujak 131 cingur menjadi makanan khas Surabaya banyak versi. Dan perlu penulusuran yang valid. Namun ia memberikan penjelasan sebetulnya rujak sama dengan salad namun yang membedakan dibumbu. “Kalau salad sejak zaman Belanda sudah ada. Namun bisa jadi seiring berkembangnya waktu orang Surabaya asli membuat salad diinovasi menjadi rujak dengan dicampur petis dan cingur menjadi rujak cingur,” katanya.

Kehadiran rujak cingur memang sudah lama ada di Surabaya. Bahkan menurutnya, orang Madura yang penjual rujak cingur juga sering mengaku rujak cingur merupakan asli Madura. “Kalau orang Madura yang jualan rujak cingur yang sudah lama banyak yang bilang itu dari Madura yang dibawa ke Surabaya,”

 

Sumber: Radar Surabaya. 22 September 2021. Hal.6