Klik berita:https://www.harianbhirawa.co.id/sasar-mgmp-tim-dosen-informatika-uc-gelar-pelatihan-computational-thinking/
Surabaya, Bhirawa
Biro Bebras Universitas Ciputra (UC) Surabaya bersama Tim menggelar Pelatihan Computational Thinking. Pelatihan ini diperuntukkan bagi musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) Informatika jenjang SMA dan SMK se Jawa Timur. Sebanyak 100 perserta mengikuti kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini, 9-10 Oktober 2023.
PIC Biro Bebras UC, Dipl.-Inf Laura Mahendratta T menuturkan pelatihan ini difokuskan pada pemahaman computational thinking dan penerapannya dalam proses belajar mengajar. Metide ini akan berdampak pada pembetukan pola pikir siswa. Dengan Computational Thinking, diharapkan siswa cakap dalam memahami masalah dan mendapatkan solusinya.
“Harapannya siswa tidak lagi belajar hafalan, namun didorong untuk mampu mencermati, menganalisa, dan mengambil kesimpulan. Dengan terbiasa berpikir seperti ini, siswa akan cakap dalam menyelesaikan permasalahan yang timbul. Siswa mampu berpikir kritis,” urai Laura.
Lebih lanjut, modul pelatihan yang dibuat bukan hanya teori tentang Computational Thinking namun langsung pada workshop dengan studi kasus sesuai dengan mata Pelajaran yang di ampu oleh guru-guru. Menariknya, saat Guru Agama, Guru Sejarah, Guru Bahasa Indonesia bisa menerapkan metode Computational Thinking saat mengajar siswanya. Sehingga pertanyaan yang disampaikan ke siswa bukan lagi model hafalan, namun mendorong siswa untuk melakukan Analisa untuk mengambil kesimpulan.
“Misalnya saja mata pelajaran sejarah, bukan lagi pertanyaan Kapan perang diponegoro terjadi? Namun lebih mendorong siswa melakukan analisa untuk menemukan pola hal apa yang mematik perang, apa akibatnya dan sebagainya,” imbuhnya.
Terkait keorganisasian, Laura menjelaskan jika Bebras merupakan organisasi internasional yang berfokus pada pendidikan Computational Thinking bagi anak-anak dan remaja di seluruh dunia. Bebras Indonesia menginisiasi “Gerakan Pandai” yang berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi dari seluruh penjuru Indonesia.
UC sendiri, lanjut dia, sudah bergabung dengan Biro Bebras Indonesia supported by Google.org sejak tahun 2019. Tercatat, hingga saat ini sudah melatih lebih dari 800 Guru di Indonesia, dan pada Batch-6 ini melatih 100 Guru lagi.
“Universitas Ciputra Surabaya sejak bergabung dengan Biro Bebras Indonesia berkomitmen untuk membantu penyebaran pendidikan tersebut di Indonesia melalui pelatihan guru dan siswa serta Bebras Challenge yang terbuka bagi siswa dari berbagai usia dan level pendidikan,” lanjut dia.
Laura menambahkan Biro Bebras UC, yang dikelola oleh Tim Dosen Informatika, School of Information Technology, Universitas Ciputra, melatih guru-guru pendidikan dasar, menengah dan keatas dalam mengajarkan Computational Thinking, dimana guru-guru juga berkewajiban untuk menerapkan Computational Thinking di dalam pengajaran kelas atau micro teaching.
Laura juga menyebut, Biro bebras UC mendapatkan dana hibah dari Google.org senilai Rp. 380 juta yang dimaksimalkan penggunaannya untuk mendukung pelaksanaan pelatihan seperti pembuatan materi, e-learn, SDM, hingga tahap evaluasi akhir.
“Mendapatkan dana hibah dan juga antusias dari peserta merupakan indikasi model pelatihan yang dirancang oleh Tim Bebras UC. Dan kami mendapatkan kepercayaan baik dari Google.org maupun dari Masyarakat,” papar Laura.
Ditambahkan tim Bebras UC, Mychael Maoeretz Engel, S.Kom., MCs Computational Thinking harus bisa diterapkan ke semua bidang ilmu karena tantangan dari tim fasilitator adalah mampu menemukan metode pelatihan sehingga peserta mempunyai kompetensi dalam melakukan belajar mengajar.
“Sehingga murid-murid mampu memperhatikan pola, melakukan analisa hingga memberikan problem solving secara tepat. Pola pembelajaran ini mencetak generasi kritis dalam berpikir, hal ini mempersiapkan generasi muda yang Tangguh untuk bisa bersaing di pasar global,” kata Mychael.
Sementara itu, salah satu peserta yang juga guru di SMKN 1 Singosari, Azzhan Shahrul, M.Pd mengaku lebih bisa memahami Computational Thinking karena narasumbernya sangat kompeten.
“Saran saya supaya ada tindak lanjut dari kegiatan pelatihan ini. Jadi kita bisa belajar terus,” harap Azzhan. [ina]

