Jika melewati Jalan Jembatan merah, pandangan mata akan disuguhi sisa-sisa bangunan megah dan peninggalan era kolonial. Beberapa bangunan sudah banyak yang usang tak terawat. Beberapa lagi terlihat masih baik, bahkan ada yang menonjol. Salah satunya yakni kantor cabang Maybank yang dulunya merupakan Nederlaands Spaarbank atau Nutsspaarbank.

BANGUNAN bekas kantor Nutsspaarbank ini terletak di Jalan Jembatan Merah nomor 3 Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya. Letaknya sangat strategis karena tepat di sampingnya merupakan kantor Polrestabes Surabaya atau dulunya dikenal dengan Hoofdbureau van Politie te Soerabaja atau Biro Besar Polisi di Surabaya, yang merupakan markas polisi Belanda pada 1928. Kedua bangunan itu hanya dipisahkan oleh Jalan Sikatan.

Bangunannya gedung Maybank terlihat menonjol karena posisinya tepat di ujung jalan. Bentuk bangunannya juga unik lantaran melengkung sepanjang Jalan Jembatan Merah dan Jalan Sikatan. Terdapat tiang tower dengan jam di tengahnya alias tepat berada di ujung jalan, membuat bangunan terlihat sangat pas berada di lokasi tersebut. Apalagi, bangunannya masih digunakan, sehingga kondisinya masih terlihat baik.

Dilansir dari situs budaya.id, bangunan ini merupakan bentuk dari penyelesaian klasik bangunan pojok yang banyak terdapat pada arsitektur kolonial.

Nederlaands Spaarbank atau yang biasa disebut dengan Nutsspaarbank ini merupakan satu-satunya bank tabungan umum di Kota Surabaya pada era kolonial Belanda.

Nederlaands Spaarbank dibangun pada tahun 1914 dan mulai dijalankan sejak tanggal 8 Maret 1916. Arsitek bangunan ini adalah Fritz Joseph Pinedo, arsitek berkebangsaan Belanda.

Pustakawan Universitas Ciputra Chrisyandi menyebut, keunikan bangunannya menarik minat para pecinta sejarah. “Sehingga tak mengherankan bahwa bangunan ini banyak menjadi jujukan blusukan sejarah,” ujarnya (bersambung/nur)