RSUD dr Soetomo dibangun pada 29 Oktober 1938 dengan nama Nieuwe Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (Nieuwe CBZ) di Viaduct Straat, Desa Karangmenjangan. Rumah sakit tersebut dibangun untuk membantu Rumah Sakit Umum pusat (Oude CBZ) Simpang Surabaya yang ada sejak tahun 1920.
“Karena letaknya di Desa Karangmenjangan, RSUD ini lebih dikenal dengan sebutan rumah sakit Karangmenjangan,” ujar Pemerhati Sejarah Kota Surabaya Chrisyandi Tri kartika kepada Radar Surabaya.
Pembangunan Nieuwe CBZ ini sempat terhenti pada 1942 saat Jepang masuk menguasai Surabaya dan menggunakan bangunan ini sebagai Rumah Sakit Kaigun (Angkatan Laut Bala Tentara Jepang) hingga tahun 1945. Setelah Sekutu menguasai Surabaya pada akhir tahun 1945 maka Nieuwe CBZ kembali digunakan Belanda dengan sebutan Marine Hospital Surabaya.
Pada tanggal 7 Agustus 1950, Marine Hospital Surabaya diserahkan kepada Angkatan Laut Republik Indonesia Serikat (ALRIS) dan sejak tahun ini pula ditetapkan namanya menjadi Rumah Sakit Umum Pusat/RSUP dan dibawah departemen kesehatan RI. Sejak tanggal 20 Mei 1964 diganti nama menjadi RS dr Soetomo.
Sejak untuk pelayanan kesehatan, Nieuwe CBZ juga menjadi rumah sakit pendidikan untuk mahasiswa kedokteran Nederlandsch Indische Arstsen School (NIAS). Pada tahun 1980, RS Simpang dijual lalu menjadi Plaza Surabaya dan semua pelayanan dijadikan satu di RSU dr Soetomo. Pada tahun 2022 Perda Provinsi Jatim menetapkan perubahan nama menjadi RSUD dr Soetomo.
“Nama Soetomo diambil dari Dr Soetomo, salah satu pendiri organisasi Budi Utomo,” Katanya. (bersambung/nur)

