Ir. Ciputra Berpulang di Singapura

SINGAPURA-Founder Ciputra Group Ir. Ciputra meninggal dunia di Singapura, Rabu (27/11). Pria bernama asli Tji Tjin Hoan ini tutup usia pada 88 tahun. Pria kelahiran Parigi, 24 Agustus 1931 itu merupakan orang pertama yang mengadakan pameran perumahan di Indonesia.

Kala itu, pameran digelar selama 17 hari, mulai tanggal 14 hingga 31 Agustus 1977 dengan nama Pameran Rumah Idaman. Ciputra adalah seorang arsitek yang kemudian terkenal sebagai pengusaha properti terkemuka di Indonesia.

Pak Ci, sapan akrab Ir. Ciputra, menjalani masa kecil yang tidak mudah karena harus kehilangan ayahnya, Ciputra menjadi tulang punggung keluarga. Sejak kecil, Ciputra sudah menunjukkan ketertarikannya terhadap dunia bisnis, arsitektur dan seni, yang tercermin dari intuisinya dalam merenovasi sebuah bangunan gudang.

Selain dikenal sebagai pemilik bisnis properti Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai dan Ciputra Development, Ciputra juga merupakan tokoh entrepreneurship dan filantrophis. Ciputra tak hanya mendedikasikan hidupnya pada keluarga dan perusahaan saja. Pak Ci juga aktif berkegiatan di bidang sosial kemastarakatan, antara lain menularkan semangat entrepreneurship, pengembangan olahraga, dan penyelenggaraan pendidikan. Ciputra juga sangat mencintai dunia seni, terutama seni lukis dan seni patung.

Direktur PT Ciputra Development Tbk Agung Krismandoyo mengungkapkan bahwa Ciputra adalah seorang panutan yang komplet. Sebagai visionaris dalam bidang usaha, entrepreneur, seni, dan pendidikan. Agung selalu mengingat contoh yang diberikan Ciputra, yakni segala sesuatu harus diupayakan dan tidak lupa disertai doa.

“Pak Ci ingin selalu mengajarkan bahwa kesuksesan tidak bisa diraih secara instan. Butuh keringat agar kuat, harus punya hati yang luas biar menjadi arif, perlu pilihan doa agar selalu berpengharapan, dan sesekali cucuran air mata supaya kita mawas diri. Saya kehilangan guru terbaik. Meski memasuki usia 88 tahun, idealisme Pak Ci tetap remaja,” ujarnya.

Direksi Ciputra Group Denny Bernandus menyampaikan kenangannya bersama Ciputra. Denny menyebutnya sebagai pencerahan tiga menit yang bukan hanya mengubah hidupnya. Namun terlebih menunjukkan prioritas utama pikiran dan hidup Ciputra bukanlah membesarkan bisnis atau dirinya bahkan keluarganya. Terlebih adalah Ciputra telah menyatu menjadi bagian aset dari bangsa Indonesia untuk berkontribusi meningkatkan kesejahteraan bangsa.

“Selamat jalan, Pak Ciputra. Semangat dan cita-cita Indonesiamu menjadikan anak-anak dari Sabang sampai Merauke, yang di gunung dan di pantai, mereka yang anak petani, anak nelayan, anak guru menjadi entrepreneur akan kami terus kobarkan dan lanjutkan bersama,” ujarnya.

Associate Director PT Ciputra Development Tbk Amdy Soegihardjo menyebutkan bahwa Ciputra adalah sosok atau figur pengusaha satu-satunya di Indonesia, bahkan dunia, yang memiliki jiwa entrepreneur luar biasa. Mampu mengubah kotoran menjadi emas serta sangat peduli terhadap pendidikan. Mempunyai keteguhan hati dan komitmen tinggi dalam bekerja. “Salah satu pesan beliau yang selalu saya ingat, janji adalah utang dan utang harus dibayar. Selamat Jalan Pak Ci,” ujarnya.

General Manager Citra Harmoni Hartono Winarko mengungkapkan kekagumannya pada Ciputra karena sosok Ciputra adalah paket lengkap. “Jarang ada orang yang baik di agama, sosial, dan budaya. Keuangan maupun ilmu pengetahuan. Untuk yang tinggal di Surabaya pasti tahu CitraLand, siapa yang menyangka lokasi ujung dunia gersang dan tidak ada akses sekarang menjadi seperti sekarang ini,” ujarnya.

General Manager Citra Garden Sidoarjo Vica Yustisiana menyebutklan bahwa Ciputra merupakan sosok yang sangat visioner. Sekaligus mampu mewujudkan visi-visi dalam karya nyata. “Bagi saya, warisan yang paling berharga dari Pak Ciputra adalah semangat IPE: Integritas, Profesionalisme, dan Entrepreneurship. Beliau berhasil menanamkan nilai-nilai ini dalam darah dan semangat semua anak buahnya,” ujarnya.

Presiden Direktur Lippo John Riady menuturkan, hari ini, Indonesia telah kehilangan seorang tokoh, pemimpin dan salah satu putra terbaiknya, Bapak Real Estate Indonesia Ir. Ciputra. “Pak Ci melalui Ciputra Grup adalah pelopor bagi industri properti di Indonesia. Lebih luas dari sektor properti, kontribusi Pak Ciputra pada bangsa dan negara di bidang pendidikan dan kesenian telah banyak membantu masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Ketua Arebi Jawa Timur Rudy Sutanto menyampaikan bahwa Ciputra merupakan sosok yang memiliki integritas dalam memberikan yang terbaik bagi konsumen. Selain itu juga selalu mendorong semua orang untuk terus maju. “Sosok Pak Ci sangat humble, visioner, dan punya keyakinan untuk mewujudkan dan menetapi janji. Beliau mengajarkan bahwa nama baik dan kejujuran adalah hal yang penting,” ujarnya.

 

PELOPOR INDUSTRI PROPERTI

Berpulangnya Ir. Ciputra menjadi kehilangan besar bagi Indonesia. Pak Ci, sapaan akrab mendiang Ir. Ciputra, selain sebagai Chairman dan Founder Ciputra Group, juga merupakan pelopor industri properti nasional. Pak Ci meninggal dunia di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura, Rabu (27/11) pukul 01.05 waktu Singapura dalam usia 88 tahun.

Kabar meninggalnya Ciputra turut disampaikan oleh Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Rika Lestari. “Telah meninggal dunia dengan tenang, Bapak Ir. Ciputra, Chairman dan Founder Ciputra Group di Singapore pada 27 November 2019 pukul 01.05 waktu Singapore,” kata Rika kemarin.

“Kami keluarga besar Ciputra Group mengucapkan turut berduka yang mendalam dan mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi kedukaan ini,” imbuhnya.

Salah satu perwakilan keluarga mengatakan, Pak Ci mendapatkan perawatan di Singapura akibat penyakit yang deritra. “Ini sudah resmi, jenazah akan disemayamkan di P10 Ciputra Artpreneur. Paling cepat tiba di Jakarta jam 9 malam (tadi malam),” terang salah satu perwakilan keluarga di rumah duka, Jakarta, Rabu (27/11).

Putri pertama Ciputra, Rina Ciputra Sastrawinata mengaku kehilangan pria yang memiliki jiwa sosial tinggi tersebut. Semasa hidupnya, Pak Ci dikenal sebagai sosok pekerja keras, sederhana, dan punya jiwa wirausaha kuat. “Kami sangat kehilangan sosok ayah, kakek, dan pimpinan yang menjadi suri teladan bagi keluarga dan keluarga besar dari Grup Ciputra,” ucapnya.

Rina ingat, sosok Pak Ci, yang ingin mencetak lebih banyak entrepreneur di Indonesia. Seperti kata Pak Ci, mereka inilah yang akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri dengan cara “mengubah sampah dan rongsokan menjadi emas”. “Almarhum selalu menekankan kepada keluarganya untuk mengutamakan kejujuran dan integritas yang kemudian diterapkan dalam menjalankan bisnis Ciputra Group, yakni berdasarkan tiga pilar filosofi, yaitu integritas, profesionalisme, dan entrepreneurship,” tuturnya.

Pemakaman Pak Ci akan dilaksanakan di desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Namun, pihak keluarga masih belum menginformasikan jadwal pelepasan pengusaha yang dikenal sebagai raja properti itu.

Menteri keuangan Sri Mulyani mengaku sedih mendengar kabar meninggalnya Ir. Ciputra. Pasalnya, ia merupakan salah satu pengagum karya taipan properti itu. “Saya rasa kita kehilangan tokoh yang pada saat yang sama juga memanusiawikan ciptaannya itu,” ujar Sri Mulyani di Depok kemarin.

Menkeu dan Ciputra sudah lama tidak bertatap muka. Kendati demikian, bagi Sri Mulyani, Ciputra merupakan sosok yang tidak hanya mengejar keuntungan semata. Namun, Ciputra berkomitmen terhadap lingkungan secara detail yang dituangkan dalam sebuah visi dalam membangun permukiman.

 

Sumber : Radar Surabaya Harian Pagi (Kamis, 28 November 2019)