SURABAYA, Jawa Pos – Konsep merdeka belajar dan kampus merdeka yang diusung Mendikbud Nadiem Makarim sudah lama menjadi ciri khas pendidikan berbasis entrepreneurship di Universitas Ciputra (UC) dan Apple Developer Academy. Pembelajaran dengan metode project based learning dan challenge based learning tersebut menjadi materi sharing dalam forum Dekan Perguruan Tinggi Kristen dan Katolik se-Indonesia di lantai 7 gedung UC kemarin (27/2).
Direktur Apple Developer Academy Trianggoro Wiradinata mengatakan jika dulu pendidik atau dosen sebagai sumber ilmu pengetahuan, sekarang guru hanya salah satu sumber. Sebab, masih banyak sumber ilmu lainnya, bisa lewat website, media sosial, buku, dan berbagai aplikasi penyedia ilmu pengetahuan lainnya.
Dengan metode challenge based learning (CBL), guru bertindak sebagai pengarah, pemberi petunjuk atau pendamping dalam proses belajar. Para mahasiswa diberi keleluasan untuk mencari cara menyelesaikan masalah. “Mereka dilatih untuk sensitif menangkap apa, kenapa, serta bagaiman solusinya,” ujar Tri sapaan Trianggoro.
Kelanjutan CBL tersebut adalah mahasiswa diberi kebebasan untuk melakukan penelitian, riset, atau investigasi lebih dalam. Tri mencontohkan, ada temuan soal sulitnya mengontrol kandang peternakan dari jarak jauh atau sukarnya mendeteksi gejala awal kanker payudara-terutama bagi masyarakat yang aksesnya jauh dari dokter atau rumah sakit. Kemudian, ada juga yang menemukan kendala belajar bahasa Inggris.
Nah, dari data awal itu, mahasiswa kemudian menginvestigasikan lebih dalam. “Setelah itu, mereka merancang aplikasi,” ucap Tri. Muncullah aplikasi kitapink untuk deteksi dini kanker payudara, PlanB untuk mempercepat belajar bahasa Inggris, serta Pitech untuk memantau kondisi, suhu, kandang, dan ternak dari jarak jauh. “Semua metode belajar tersebut menjadi project yang harus diwujudkan mahasiswa dalam bentuk karya kreatif dan solutif bagi masyarakat,” tambahnya.
Dekan FE Universitas Kristen Tentena Poso Sulteng CnE. Fajar Sangkide mengatakan bahwa kampus harus mendidik anak-anak bangsa yang punya sensitivitas terhadap kebutuhan, kreatif, serta mampu berkolaborasi untuk menjawab tantangan ini. “Untuk memaksimalkan program pembelajaran di kampus kami, kami harap ada kerja sama dengan UC dan Apple Developer Academy,” harapnya. (his/c6/nor)