Siapa bilang platform tidak sepopuler stiletto. Beberapa waktu trakhir, sepatu atau sandal bersol tebal di bagian depan dan belakang kian digandrungi. Harus pintar memadupadankannya supaya tidak jadi terlihat aneh dan jadi fashion disaster.
PENGGEMAR platform heels semakin merajalela.setiap kali jalan di pusat kota, pusat perbelanjaan, sampai sekolah atau kampus, ada saja yang menggunakan sepatu atau sandal bersol tebal ini. Rania Putrisari menjadi seorang pecinta platform. Finalis Gadis Sampul 2009 ini punya lima platform. Semuanya sepatu. Sering kali dipakainya untuk kuliah.
Menurut Rania, platform cocok dengan style-nya yang cenderung boyish. “Aku kalau jalan itu cepat, kalai pakai platform jadi nyaman dan enggak mudah lelah,” ucap mahasiswi International Business Management Universitas Ciputra tersebut. Rania suka platform sejak dia kuliah. Sejak jadi mahasiswa, gaya Rania cenderung simpel dan boyish. Banyak memilih warna monochrome untuk kesehariannya.
Walaupun sering dilihat aneh di kampus karena bukan sepatu yang umum, dia cuek saja. “Malahan sekarang di Surabaya lagi booming dan banyak yang pakai,” ucapnya lantas tertawa. Rania sendiri sering menggunakan platform dipadukan gaya tomboi. Misalnya dengan celana kulit, blouse polos, ditumpuk dengan blazer, jaket atau outer.
Fashion blogger Merry Wulan juga menjadi salah seorang penggemar platform. Alumnus Manajemen Perbankan Universitas Airlangga tersebut punya tiga sandal platform dan dua sepatu platform. “Saya suka sejak lama. Sejak itu pula, ada saja komentar aneh dari orang-orang ketika saya pakai sepatu atau sandal platform itu,” candanya.
Menurut Merry, platform menjadi hit di Kota Pahlawan sejak enam bulan terakhir. Sebab, banyak brand sepatu yang menyediakan sepatu atau sandal platform. Polanya, sandal platform banyak digunakan semua usia dan berbagai kalangan karena mudah dipadupadankan dengan beragam style. “Khususnya yg punya tinggi badan minimalis dan males repot dengan high heels, sekarang mereka cenderung pilih platform,” ujarnya.
Untuk mereka yang memilih kenyamanan, platform shoes memang bisa masuk daftar beli. Dr Andre Triadi Desnantyo SpOT memaparkan, meski tidak anatomi, platform shoes lebih baik daripada pointed shoes.
Memang, menurut spesialis food and ankle itu, permukaan alas kaki yang lebar membuat pemakaiannya nyaman. “Kalau solnya lebar, kaki pun stabil,” sambung dokter yang akrab disapa Tyo itu.
Bentuk sol yang lebar membuat cengkeraman di permukaan tanah lebih baik sehingga pemakainya terhindar dari cedera. Beban tubuh juga tidak hanya bertumpu pada beberapa titik. Layaknya pada pointed shoes. “Sebenarnya ini hanya soal model. Ketidakamanan pasti ada. Namun, setidaknya minim risiko cedera,” jelas dokter spesialis tulang RSUD dr Soetomo itu.
Prinsip keamanan dan kenyamanan tersebut setali tiga uang dengan pendapat dr Sulis Bayusentono Mkes SpOT. Menurut dia, sepatu juga harus memenuhi prinsip fisiologis. “Secara fisiologis saat menapak, kaki bertumpu pada tiga titik,” jelasnya. Yakni, ibu jari, jari kelingking, dan tingkai atau heel. Hal itu berguna agar berat badan bisa terdistribusi sempurna ke tiga titik tersebut. Berat yang hanya bertumpu pada satu titik bisa mengubah bentuk dan fungsi kaki (ina/bir/c17/c7/tia)
Sumber : Jawa-Pos.7-September-2014.Hal.36

