SERASA MAKAN DI PEDESAAN SUNDA
22 November 2021. Hal. 6
Menikmati kuliner dengan suasana rindang pedesaan ditambah alunan musik yang menenangkan akan memberikan sensasi tersendiri. Hawa sejuk berpadu semilir angin akan membuat tubuh semakin rileks dan nyaman.
HAL tersebut bisa didapatkan di Mang Engking Batu. Restoran yang mengusung nuansa pedesaan ala Sunda ini menyajikan panorama yang akan memanjakan mata para pengunjung.
Memasuki kawasan restoran, pengunjung akan disuguhkan gubug-gubug makan lesehan lengkap dengan dekorasinya. Nuansa serba cokelat serta bangunan berbahan kayu menambahkan suasana nyaman.
Meski terletak di pinggir jalan raya besar, Mang Engking Batu tidaklah bising. Bahkan saat masuk kawasan restoran, pengunjung merasa seperti berada di kawasan lain, yakni alam pedesaan Sunda.
“Konsep Mang Engking Batu ini memang mengusung nuansa khas alam Sunda. Pengunjung yang datang akan kami ajak menikmati suasana di pedesaan Sunda. Mereka akan dimanjakan dengan suasana di sini,” ungkap Galih Sari Putri Palupi. Marketing Mang Engking Batu.
Ditemui di restoran Jalan Ir Soekarno No 129, Beji, Junrejo, Batu, Galih mengatakan, konsep pedesaan Sunda yang ditawarkan oleh Mang Engking Batu supaya berbeda dengan suasana rumah makan lain.
Rumah makan pada umumnya mengusung konsep tradisional semi modern, Mang Engking Batu ingin membawa pengunjung merasakan keasrian suasana desa.
“Untuk menambah suasana asrim kami juga putarkan musik-musik tradisonal Sunda. Musik ini akan mengiringi pengunjung sembari menyantap kudapan di Mang Engking Batu. Perpaduan suasana dan musik ini tidak jarang membuat pengunjung ngantuk. Bahkan ada anak-anak yang sambil rebahan dan leyeh-leyeh,” ungkap Galih.
Di atas perahu
Restoran berkapasitas mencapai 1.000 orang ini memiliki 16 gubungan. Masing-masing gubug ada yang berkapasitas 4 hingga 20 orang. Mang Engking Batu juga memiliki space unik yakni tempat makan berbentuk perahu.
Ada tujuh tempat makan berbentuk perahu permanen yang tersedia. Satu perahunya bisa diisi 4-5 orang. Biasanya, tempat ini menjadi kesukaan keluarga yang membawa anak kecil.
“Untuk space perahu ini relatif lebih aman. Selain karena perahu permanen juga pinggirannya lebih tinggi. Jadi aman jika membawa anak,” katanya.
Gubugan maupun space perahu ini memang berada di atas kolam ikan yang memanjang dari depan sampai area belakang. Berbagai macam ikan hias tersebar di sana. Ini juga yang menjadi daya tarik Mang Engking Batu.
“Jadi bisa makan sembari kasih makan ikan. Misal menunggu masakan matang, biasanya tamu sambil beri makan ikan. Ikan-ikan di kolam kami biarkan berkembangbiak secara alami. Jadi sudah seperti habitatnya,” papar Galih.
Gurame Cenghar menjadi salah satu menu signature. Gurame Cenghar diolah dengan cara dibakar langsung tanpa proses penggorengan. Ikan gurame fresh yang selesai dibersihkan dibakar menggunakan bumbu rahasia dan rempah.
“Setelah matang, ikan gurami disiram menggunakan campuran tomat hijau, jeruk nipis, sehingga menimbulkan cita rasa yang segar dan beda dari yang lain. Jika dilihat sekilas seperti sambal dabu-dabu. Tapi bukan,” jelas Galih.
Selain menu primadona Gurame Cenghar, Mang Engking Batu juga menyajikan menu tradisional khas Sunda, yakni Karedok. Berbagai sayuran seperti toge, timun, kacang panjang dan kubis diiris tipis dan disiram saus kacang.
“Karedok juga menu favorit. Meski disajikan sayuran fresh, rasanya tidak langu. Apalagi bumbu kacang spesialnya membuat rasanya makin lengkap. Menu lain yang jadi favorit juga ada udang bakar madu, gurame cobek, rawon iga dan lain sebagainya. Minumnya ada cendol untuk yang tradisional dan beberapa minuman lain,” urainya. (lutfhi husnika)

