Musik, Cinta, dan Sukacita Menyatukan Kita, “kata Sergio Mendes (76) yang tampil di Jakarta Internsional BNI Java Jazz Festival pada 3, 4, 5 Maret. Mendes akan mewujudkan cinta dan sukacita itu dalam lagu “Mas Que Nada” dan “Never Gonna Let You Go”
Oleh frans sartono
Dua lagu tersebut diatas merupakan lagu kondang yang dipopulerkan musisi kelahiran Niteroi, Rio de Janeiro, Brasil, itu tiap-tiap lagu itu mempunyai karakter yang sangat berbeda. “Mas Que Nada” karya Jorge Ben
(1963) ditangan Mandes terdengar menggairahkan mengajak tubuh bergerak riang dan hati bersukacita. Lagu itu membuka popularitas mandes pada 1966. Adapun “Never Gonna Let You Go” lagu romantic, bertempo lamban, santai yang saat dimainkan di pentas akan membuat pasangan bergendang hangat. Music yang kami mainkan itu music riang, full of joy penuh sukacita. Saya pikir, sukacita itulah komponen yang sangat penting dalam music kami. Kami bergembira di panggung dan ingin berbagi kegembiraan itu kepada audiens “tutur mendes dalam wawancara dengan harian kompas di ruang Lombok, hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (3, 3) siang.
Seperti lagu-lagunya, begitu pula sosok mendes yang ramah, hangat, bersahabat, ia tampil sangat relaks dengan kaos polo dan topi purnama. Rasa hangat bersahabat penuh energy tapi juga romantic itu menuntut mendes merupakan bagian dari pembawaan orang Brasil. Alam dengan pantai dan bukit-bukit seperti mengajari mereka untuk merayakan hidup dengan penuh syukur. Orang brasil menikmati hidup. Musiknya sunny and happy (hangat dan gembira) tapi juga romantic. Ujar mendes sambil memberi contoh pada dua lagu tersebut di atas.
Mas Que Nada artinya lebih dari segalanya. Bertutur tentang kegirangan hati saat menarikan samba. Sekadar pengingat lagu yang termuat di album mendes brasil 66 ini diawali dengan ujaran tanpa makna Oari raio oba oba oba….bait pertama lagu ini terjemahan bebasnya kira-kira sebagai berikut: pokoknya minggir dulu, saya numpang lewat karena samba itu sangat menggairahkan dan saya ingin menari. Itu lagu khas brasil tentang sukacita. Tentang hidup penuh rasa gembira,” kata mendes.
Adapun Never Gonna Let You Go berkarakter lembut. Dari beberapa kali penampilan di Jakarta lagu tersebut tidak pernah tidak pernah tidak dibawakan. Cukup 3 nada dari intro lagu itu, penonton akan dibuat berteriak girang. Itu lagu cinta yang dahsyat dan jadi hits dimana-mana di dunia termasuk Indonesia. Orang yang mendengarnya akan merasa nyaman, tentram, bahagia. Melodinya sangat kuat. Jadi ingat melodi merupakan bagian penting dari lagu. Lagu itu bertutur tentang pasangan yang menyatu kembali setelah sempat berpisah. Sekadar pengingat, berikut lirik bagian refrain: I’m never gonna let you go/ I’m gonna hold you in my arms forever/ gonna try and make up for all the times/ I hurt you so…”
Anda akan membawakan” Never Gonna Let You Go” di java jazz? Off course…tentu saja, ha..ha,,
Silang Budaya
Mendes tumbuh di negeri yang dilingkupi kultur silang dari beragam pengeruh. Termasuk perpaduan antara kultur Afrika dan Eropa. Mendes menyebut rhythm- rhythm yang menggairahkan itu merupakan sumbangan dari budaya yang dulunya dibawa pekerja-pekerja perkebunan yang didatangkan dari Afrika. Mendes menyebut music-musik dari afrika menjadi bagian dari akar kuat music brasil. Termasuk salah satunya adalah samba.
Kontribusi elemen budaya Afrika itu tertutur jelas dalam lagu “mas Que nada” dalam lirik tersebut “este samba/ Que e misto de maracatu” (ini samba/campuran dengan meracatu” yang dimaksud meracatu adalah salah satu seni pertunjukkan yang berkembang di brasil dan berakar dari tradisi afrika. Persilangan budaya menjadi lebih kompleks ketika samba bersentuhan dengan jazz. Alkisah seniman muda brasil pada era akhir 1950-an bereksplorasi dengan meramu samba dan jazz. Lahirlah kemudian bossa nova yang artinya gaya atau rasa baru. Para eksponennya antara lain Antonio Carlos Jobim, Vinicius de Moraes, dan Joao Gilberto. Dalam waktu yang hampir bersamaan. Mendes juga tengah tumbuh sebagai musisi. Sebelum bossa nova menjadi populer, saya tahun 1962 sudah mempunyai band instrumental, tanpa vocal. Jobim itu kawan dekat saya. Kami bersama-sama muncul pada konser bossa nova pertama di Carnegie Hall. Itu masa awal-awal populernya bossa nova” kata mendes mengenang saat tampil di kantong budaya berwibawa di New York itu.
Sergio Mendes
Nama Lahir : Sergio santos mendes
Nama lain : Santos Sergio
Lahir : Niteroi, Rio de Janeiro brasil, 11 februari 1941
Instrument Pokok : Piano
Diskografi : melepas sekitar 55 album antara lain:
- Dance modern 1960
- Cannonball’s bossa Nova 1962
- Herb alpert present Sergio mendes & brasil 66 1966
- Fool on the hill 1968
- Love music 1973
- Sergio mendes and the new brasil 77 1977
- Pele 1977
- Brasileiro 1992
- Timeless 2006
- Magic 2014
Penghargaan
- Grammy, best world music album brasileiro 1993
- Latin Grammy awards, lifetime achievement awards 2005
- Latin Grammy Awards, best Brazilian contemporary pop album bom tempo 2010
Sumber: Kompas, 4 Maret 2017 hal 16

