https://www.harianbhirawa.co.id/seribu-buku-entrepenur-disusun-jadi-pohon-natal/
Surabaya, Bhirawa
Menyambut perayaan Natal pada 25 Desember mendatang, Universitas Ciputra (UC) siapkan pohon natal. Pohon natal kali ini terbuat dari kumpulan koleksi buku entrepenur yang dimiliki perpustakaan UC. Totalnya, sebanyak 1.000 buku yang disusun berbentuk pohon natal cemara setinggi 5 meter.
Head of Library UC, Yehuda Abiel menuturkan koleksi buku entrepenur merupakan unggulan perpustakaan. Karenanya, hal tersebut menjadi konsep utama dibuatnya pohon natal. Untuk menarik perhatian mahasiswa millenial, pohon natal dilengkapi QR Code yang bisa memberikan informasi tentang video yang menunjukkan lokasi perpustakaan.
“Apalagi UC ini kan basednya mencetak mahasiswa jadi entrepenur. Jadi, kita gunakan sebagai bahan dasar pembuatan pohon natal,” jelasnya.
Apalagi, lanjut dia, filosofi pohon ini bertumbuh, dan pohon cemara memiliki akar yang dalam dan kuat. Sehingga, harapanya ketika mahasiswa atau pengunjung yang datang melihat pohon natal seribu buku, bisa memiliki kerinduan bertumbuh.
“Bertumbuh ini tidak hanya fisik tapi juga pengetahuan dan ilmu. Apalagi tahun 2023 banyak memprediksi resesi dan sebagainya. Diharapkan pohon natal seribu buku ini dapat juga memberikan inspirasi dan semangat di tahun 2023 sebagai mahasiswa atau ekademika, dan semangat entrepenur yang tinggi,” jelasnya.
Diakui Abi, sapaan akrabnya, tidak seluruhnya buku asli digunakan dalam pembuatan pohon natal seribu buku. Beberapa buku dibagian atas justru menggunakan buku buatan. Sedangkan dibagian dasar lebih banyak menggunakan buku asli.
“Kalau kita gunakan buku asli semuanya terlalu berat dan tidak bisa nempel,” imbuhnya.
Dalam pembuatan pohon natal seribu buku ini, Abi menuturkan jika ketelitian menjadi menjadi kunci dalam merealisasikan konsepnya. Karena itu, pihaknya mengajak sepulu mahasiswa UC terlibat dalam pembuatan ini.
Salah satu pengkonsep, Irene Angelin mengaku proses pembuatan pohon natal seribu buku ini memakan waktu lima hari pengerjaan. Di gunakannya buku dalam konsep pembuatan pohon natal dinilai mahasiswa International Bisnis Managemen (IBM) UC ini karena buku tidak hanya sebuah bacaan tapi bisa dijadikan bentuk ekspresi seni.
“Kita ingin mengenalkan pada anak muda terkait entrepenurship melalui pohon natal seribu buku entrepenur,” terangnya.
Salah satu pengunjung yang juga alumni dan staf Digital Marketing UC, Jesicca Patrice menilai inovasi yang digagas perpustakaan UC ini patut diapreasiasi. Pasalanya belum ada inovasi serupa untuk menyambut Hari Raya Natal.
“Buku yang dipanjang juga seribu buku mengenai entrepenur. Karena UC sendiri yang diterapkan dan diprioritaskan entrepenurnya. Kita menunjukkan kalau perpustakaan kita menunjang untuk mencetak mahasiswa menjadi entrepenur,” tandasnya. [ina.hel]

