SURABAYA, jawa pos– “itu karya saya yang saya jadikan huku,” tutur seniman seni digital Jonathan Chanutomo. Dia menunjukkan karya seni kontemporernya dalam sebuah katalog. Karyanya lebih banyak berpesan mengenai kritik sosial. Baru-baru ini dia menyinggung tentang eksploitasi hewan oleh manusia. Rencananya, karya-karya itu dipamerkan pertengahan tahun ini.

Dia lantas menjelaskan karyanya yang berjudul The Truth and The Ivory. Pada karya seni digitalnya tersebut, terdapat rupa seekor gajah yang dikelilingi tiga manusia. Mata tiga manusia itu ditutup. Mereka tampak sama-sama berusaha membunuh sesuatu. Orang pertama mencoba membunuh gajah untuk mendapatkan gading. Orang kedua membunuh orang ketiga karena saling berebut gading gajah. Orang ketiga terlihat sudah mati karena kejadian saling bunuh tersebut.

“Itu menyinggung tentang eksploitasi hewan oleh manusia yang marak dilakukan di zaman sekarang. Baik untuk dijual maupun dikonsumsi,” kata alumnus Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra (UC) tersebut.

Menurut dia, sekarang orang lebih sering memikirkan uang daripada kelanjutan hidup di masa yang akan datang. Mereka pun bersedia berselisih untuk mendapatkan materi. Hal itu dianggap tidak rasional. Pris yang akrab disapa Jojo tersebut memberi judl The Truth and The Ivory yang berarti sebuah kebenaran dan sebuah gading.

“Orang yang melakukan eksploitasi seakan-akan tidak bisa melihat sebuah kesalahan. Itu maksudnya digambarkan dengan mata tertutup,” jelasnya.

Jojo mengaku banyak terinspirasi saat melakukan traveling ke penjuru dunia. Dia melihat berbagai objek dan peristiwa yang membuat hatinya tergugah. Bagi dia, pesan dalam karya meruopan yang utama. Selanjutnya adalah pewarnaan dan aksen anatomi pada karyanya yang terinspirasi bangunan-bangunan di berbagai belahan dunia. Itulah yang membuatnya menjadi seorang digital nomad.

“Jadi, pas keliling dunia itu, nyari inspirasi sekaligus penghasilan,” ungkap pira 30 tahun tersebut. Berkat itu, karyanya diminati banyak pelanggan dari berbagai belahan dunia. Antara lain, Amerika dan Eropa.

Rencananya, dia membawa beberapa karyanya pada pameran pertengahan tahun mendatang dalam rangka perayaan Paskah di Jakarta. “Nanti saya tambahkan karya yang bercerita tentang kebangkitan Yesus juga,” ujarnya. (nas/c20/tia)

 

Sumber: Jawa Pos. 3 April 2010. Hal. 24