Spontanitas Hendra Gunawan di Atas KanvasBisnis Indonesia. 30 Agustus 2014.Hal.13

Spontanitas Hendra Gunawan di Atas Kanvas

Setiap pelukis dapat dipastikan memiliki ciri khas tersendiri. Checker seni rupa karya old master, Asiong dalam tulisan yang dipublikasikan di Jejak Lukisan Palsu Indonesia yang diterbitkan oleh Perkumpulan Pencinta Senirupa Indonesia mengungkapkan beberapa ciri khas pada karya Hendra Gunawan.

  • Datar dan tidak penuh

Hendra memiliki ciri tidak melukis objek secara penuh, dan volume tidak sempurna. Secara keseluruhan dapat dikatakan objek lukisan Hendra terasa datar karena 1 tidak dilukis dengan cara dusel, (teknik lukis dengan mengusar-usarkan kuas pada satu bidang secara berulang-ulang, untuk mencapai pewarnaan membentuk volume terang gelap).

  • Melukis Lapis demi lapis

Hendra menciptakan lukisan dengan teknik melukis selapis demi selapis dengan warna yang berbeda. Dia mengawali dengan menyapukan warna sebagai latar belakang, lalu objek digoreskan dengan pembidangan yang direncanakan secara cermat. Dengan cara ini, Hendra membentuk ruang, dimensi warna depan dan belakang dengan lebih jelas.

  • Pembaqian Bidang

Objek dan figur manusia dalam lukisan Hendra tidak tumpang tindih, tetapi tidak berarti dilukis satu persatu. Hasilnya, justru figur dalam lukisan tidak berdiri sendiri, dan terlihat serasi, enak dipandang. Bidang dan objek menyatu dengan harmonis. Di sinilah salah satu kehebatan Hendra dalam membagi bidang.

  • Spontanitas

Keterampilan yang kuat merupakan bukti bahwa Hendra keahlian lukis yang tinggi. Garis dalam karyanya dibuat dengan tarikan sekali jadi, tidak ada koreksi atau pengulangan. Hal ini dapat dilihat dalam motif pada kebaya, kain batik, atau lurik yang dikenakan figur wanita. Meski spontan, tetapi tidak mengabaikap lekuk-liku anatomi figur.

  • Pusat Perhatian Sesuai Tema

Seperti sudah disinggung pada poin figur dan objek yang membentuk tema dilukis Hendra dengan lebih detail, sehingga menjadikan bagian ini sebagai pusat perhatian. Bagian utama dikerjakan dengan utuh sementara bidang lain yang menjadi pelengkap dibiarkan seperti tidak selesai.

  • Fokus

Di antara beberapa pusat perhatian ini, yang terpenting adalah fokus. Dengan demikian, secara keseluruhan lukisan Hendra tetap terasa padu. Fokus dijadikannya sebagai pengikat secara keseluruhan.

  • Melukis Tanpa Model

Hendra dikenal sebagai pelukis yang tidak pemah menggunakan model. Semua figur yang dilukisnya adalah wajah imajiner. Hebatnya, tidak ada wajah yang sama dalam satu lukisan, meskipun lukisannya menampilkan banyak figur. Hal ini membuktikan bahwa Hendra adalah pelukis yang sangat paham dengan masalah anatomi tubuh manusia.

  • Pemilihan Warna

Pemilihan warna pada karya Hendra pada periode awal sebelum 1970 cenderung berwarna gelap dan minim pewarnaan. Sementara itu, pada era setelah 1970 dapat dilihat karya Hendra lebih berwar-na cerah dan beragam.

  • Anatomi yang spesifik

Ciri figur perempuan yang berdada montok, bermulut monyong tetapi tetap cantik mulai muncul saat Hendra berada di dalam penjara.

Ciri khas lainnya adalah jari-jari kaki yang mekar tetap terasa anatomis, tidak asal mekar. Hal ini yang seringkali kurang diperhatikan oleh para penjiplak atau yang memalsu karya Hendra. (Diena Lestari)

Sumber : Bisnis Indonesia 30 Agustus 2014 | Hal 13