ADA yang berasal dari penduduk asli Surabaya dan pendatang. Kemungkinan yang tinggal di area sana (Srengganan) penduduk asli Surabaya. dan pendatang,” kata Pustakawan Sejarah Chrisyandi Tri Kartika kepada Radar Surabaya.

Jika melihat lebih dalam, kawasan Srengga nan merupakan padat penduduk yang terdiri dari perkampungan yang menjadi gang. Dari penulusuran Radar Surabaya, Srengganan d terdiri dari gang I sampai gang IV. Srengganan dalam masuk dalam gang I dan gang II. Kawasan tersebut masuk dalam subkompleks dari Jalan Srengganan secara keseluruhan. Karakteristik identik dengan perkampungan.

Sedangkan di Srengganan Kidul yang posisinya dari Jalan Srengganan berada di ujung selatan atau sebagai kawasan utama. Terlihat aktivitas ekonomi disana sangat kental. Seperti kegiatan bisnis produsen roti dan kue.

Pertumbuhan ekonomi sama dengan Srengganan yang dijalan utama (tepi jalan), hal ini dipengaruhui dari pertumbuhan kawasan perniagaan. Karena penduduk dulu mencari pekerjaan sebagai pelayan, pekerja harian dan sebagainya. “Jika merujuk pada referensi buku perkembangan kota Surabaya. Disam ping orang Eropa dan pribumi, orang-orang asal Tiongkok juga golongan ketiga yang penting di Surabaya saat itu,” kata Pustakawan Universitas Ciputra tersebut. (bersambung/nur)

 

Sumber: Radar Surabaya. 30 Juli 2021. Hal 3