SURABAYA- Berbagai agenda mewarnai Hari Jadi ke 724 Surabaya. Kemarin warga kecamatan jambangan mengadakan recycle carnival. Ribuan warga berjejer di sepanjang jalan kenonsari tengah dan jalan karah. Meski terik matahari menyengat, warga tetap antusias menyaksikan recycle carnival. Sebanyak 2 ribu orang mengikuti karnaval tersebut. Mereka berlomba-lomba beradu desain kostum yang terbuat dari barang bekas.
Misalnya pakaian yang dikenakan Ronald. Dia mengenakan kostum bak raja. Bahan yang digunakan adalah potongan kertas Koran. Tidak jauh berbeda dengan kostum yang dikenakan Anis yang terbuat dari kresek. Start dimulai dari dua titik. Yakni, di jalan kebonsari tengah dan jalan karah. Rute tersebut sengaja dipilih agar masyarakat yang bisa menonton karnaval makin banyak. berbagai seni tradisioal juga di tampilkan. Ada reog, music patrol, dan kostum tikoh pewayangan. Ada pula peserta yang berjalan dengan menggunakan egrang. Mereka memakai kostum dari bekas minuman sechet.
Kedua rombongan berkumpul di lapangan jambangan, Di sana, ada agenda seperti lomba fashion show dan pertunkukkan lain. Kostum yang ditampilkan dalam fashion show tersebut menuai decak kagum. Kresek, bungkus permen, hingga bungkus detergen menjadi bahan utamanya. Acara itu makin memantapkan sebutan jambangan sebagai kampung daur ulang. Hal itu juga memantik semangat warga untuk menjadikan jambangan sebagai kampung percontohan nasional. “Jambangan itu berkelas international. Kami ingin mengangkat dan mempromosikannya, “ungkap Muhammad Nasar, ketua panitia acara.
Kegiatan yang sudah menginjak tahun ketiga tersebut juga mengandeng mahasiswa Hotel and Tourism Business Universitas Ciputra. “Ada 80 mahasiswa yang terlibat untuk menyiapkan acara tersebut. Itu sekaligus bentuk penerapan ilmu mereka di kelas, “ujar AGoestinus Lis Indrianto, dosen IHTB Universitas Ciputra. (gal/c16/oni)
Sumber: Jawa-Pos.14-Mei-2017.Hal_.26

