Standarisasi Kampus Selaras Industri. Jawa Pos. 23 Maret 2017. Hal.3

Laporan Juneka S. Mufid

Dari Thailand

Thanyaburi- Standardisasi pendidikan menjadi isu utama yang dibahas wakil presiden jusuf kalla (JK) dengan putri maha chakri sirindhorn di Universitas Teknologi Rajamangala di Thanyaburi, provinsi Pathum Thani, Thailand kemarin siang (22/3). JK menilai indusrialisasi di Negeri Gajah Putih itu maju karena penyiapan generasi muda dalam pendidikan yang matang, Indonesia perlu merealisasikan standardisasi yang sama. Selain membahas isu-isu pendidikan, putri ketiga mendiang raja Bhumibol Adulyadej itu bercerita tentang kunjungannya ke ternate saat gerhana matahari total. JK menyebut, universitas Teknologi Rajamangala mirip Institut Teknologi Bandung (ITB). “Ada Sembilan (Universitas Teknologi Rajamangala), tapi penduduknya seperempat dari kita. itu tandanya mereka meng-cover banyak,” ujar JK.

Meski begitu seluruh kampus punya standar kualitas yang sama. Termasuk, lebih banyak praktik daripada teori. Pada saat wisuda, misalnya, kampus itu dijadikan satu agar tahu sama lain. “Kenapa industry Thailand dan manufakturnya lebih maju, karena bergantung juga pada kualitas anak mudanya. Nah, mereka mempersiapkan hal itu dengan baik, “katanya. Langkah standardisasi seperti itu perlu juga dilakukan di Indonesia. Semangatnya adalah terus berkembang sesuai dengan industry. “kerja sama industry paling banyak, pemagangan,” tambah dia. Pagi harinya, pukul 09.10, JK menerima ijazah sebagai tanda pemberian gelar doktor honoris causa bidang bisnis administrasi dari putri Maha Chakri Sirindhorm. Upacara penyerahan itu di barengkan dengan wisuda dua ribu mahasiswa di Universitas Rajamangala Thanyaburi. Selaian JK, ada delapan orang lainnya yang mendapatkan gelar tersebut.

JK mengenakan cut kruy (baca:cutklui) semacam toga, sama dengan wisudawan lain bedanya di lengan kanan dan kiri baju jubbah itu ada 3 garis paduan oranye, merah, biru yang menandakan penerimaan ijazah selevel doktor. Wisudawan sarjana hanya satu garis. Berbeda dengan tradisi di Indonesia, JK tak menyampaikan pidato ilmiah. Tidak ada pula pemindahan tali toga. Sebab, tradisi di kampus tersebut, wisudawan tidak menggunakan toga. Pada selasa malam (21/3) JK disambut ketua dewan universitas rajamangala surakiart sathirathai dalam jamuan makan malam bersama delapan penerima gelar lainnya. Tapi, hanya JK yang mendapatkan kesempatan pidato. Surakiart menyatakan JK dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam dunia pemerintahan dan bisnis selama berpuluh tahun. Misalnya pengembangan bisnis kalla group. Selain itu, JK punya peran dalam perdamaian, bukan hanya di dalam negeri seperti di kawasan ASEAN. Bapak JK juga berperan menjaga perdamaian di laut China Selatan, “ujar Surakiart dalam sambutannya seusai jamuan makan malam selasa (21/3). (c9/oki)

Sumber: Jawa pos. 23 Maret 2017 halaman 3