SUKOMANUNGGAL- Ketan hitam biasanya digunakan untuk olahan makanan seperti tape atau digunakan sebagai campuran minuman dawet. Namun, di mata Marisa Ika Safitri, ketan hitam bisa digunakan untuk bahan perawatan kulit.

Perempuan yang tinggal di Jalan Simomulyo Baru, Sukomanunggal itu menyulap bahan makanan tersebut menjadi inovasi lulur alami yang bisa mencerahkan kulit.

Saat ditemui di rumahnya, Marisa menjelaskan, inovasi ini bermula pada tahun 2020. Marisa mengaku punya hobi menggunakan lulur setiap harinya untuk perawatan. Setelah melihat beberapa refrensi, akhirnya ia berinisiatif membuat lulur dengan campuran bahan tradisional.

“Soalnya aku kan suka luluran, saya pikir kalau beli lulur di pasarankan ngeluarin uang banyak. Nah, saya akhirnya bikin sendiri dengan bahan tradisional ini tanpa bayar mahal,” kata Marisa, Jumat (29/7).

Marisa melanjutkan, lulur ini populer di kalangan masyarakat suku Bugis, Sulawesi. Resepnya pun sederhana, Marisa menuturkan, produknya ini dibuat menggunakan bahan rempah pilihan. Seperti kunyit, temulawak, asam jawa, cengkeh, kayu manis, buah bengkoang dan masih banyak lainnya.

Ica, sapaan akrab Marisa melanjutkan, setelah semua bahan terkumpul, kemudian disangrai menja di satu dengan bahan ketan hitam. “Kemudian dihaluskan setelah itu di proses lagi dengan cara direbus hingga mengental. Pembuatannya hampir sama dengan membuat adonan jajanan jenang,” ujar Ica.

Setelah jadi, masih kata Ica, adonan tersebut didiamkan sampai dingin kemudian bisa langsung digunakan untuk lulur. “Setelah jadi harus disimpan di tempat dingin, misalnya di lemari es. Kalau nggak disimpan di tempat dingin akan jamuran. Tapi kalau jamuran masih bisa dipakai, bagian jamurnya dihilangkan, bagian bawah nya masih bisa dipakai,” jelas Ica.

Ica menuturkan, lulur buatannya dapat bertahan selama 14 hingga 30 hari. Dengan syarat harus disimpan di dalam ruangan bersuhu dingin. “Kalau kena cahaya matahari langsung bisa nggak tahan lama,” ucapnya.

Khasiat dari lulur buatannya ini yaitu untuk mencerahkan kulit. Menurut Ica, bisa cerah dalam waktu singkat asal dipakai secara rutin dua hari sekali. “Nah kan ada campuran asam jawanya. Ini bahan yang bisa untuk mengangkat sel kulit mati, sehingga kalau digunakan sesuai tahapan, insyaallah akan cerah,” sebutnya.

Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) buatannya ini ternyata mendapat respons baik dari konsumennya. Terutama para kaum hawa, Ica mengaku produk MIS Bedda Lotong buatannya ini digandrungi karena bahan yang digunakan alami.

Produk lokal milik Ica, kebanyakan dipesan oleh orang Bali, Surabaya, dan Tanjungpinang Kepulauan Riau. “Mereka (konsumen) suka karena bahannya alami, selain itu murah, dan efeknya bisa menghaluskan, memutihkan, menghilangkan belang, dan membuat aroma tubuh menjadi lebih segar. Karena baunya khas rempah,” pungkasnya. (gin/nur)

 

Sumber: Radar Surabaya. 31 Juli 2021. Hal. 3