Surabaya Destinasi Fashion,Belanja.Jawa Pos.2 Mei 2014.Hal.1,19

SFP Meriahkan Pembukaan SSF 2014

Surabaya – Event Surabaya Shopping Festival (SSF) 2014 digelar secara serentak kemarin  (1/5). Wakil 15 mal peserta berkumpul di acara pembukaan yang juga dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Tunjungan Plaza membuat perhelatan SSF tahun ini semakin meriah dengan pekan mode bertajuk Surabaya Fashion Parade (SFP) 2014 tadi malam.

Dalam acara tersebut, 13 desainer anggota APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) menampilkan rancangannya. Mereka, antara lain, Denny Djoewardi, Alphiana Chandrajani, Djoko Sasongko, Melia Wijaya, Elok Rege Napio, Lenny Kurniawati, lia Afif, dan Liilik Suhariyati.

Ada juga Ayok Dwipancara, Yunita Kosasih, Geraldus Sugeng, Nunuk Nurmaisyah, dan Estrelita Maya Zefanya. Oleh 13 perancang papan atas itu, tema Nuansa Nusantara benar-benar dimanfaatkan untuk mengekspresikan kekayaan kain-kain khas Indonesia. Misalnya, Melia Wijaya yang mengusung tema A Unique Island. Dia menggabungkan kain tenun Lombok dengan taffeta shinning dan organdi. “Saya terinspirasi dari pemahaman akar kultural dan elemen budaya yang menjadi karakter setiap individu. Hal itu memberikan nilai tambah kualitas yang unik,” jelas Melia.

Begitu juga rancangan Lia Afif. Karya busana muslimnya yang identik dengan gaya glam terinspirasi dari keberanian perempuan untuk tampil anggun dan cantik khas Indonesia.

Di sisi lain, SSF yang memasuki tahun ketujuh diyakini bakal makin menggeliatkan roda perekonomian Surabaya. Riza Wiboeo, ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Jawa Timur optimistis tahun ini gelaran Mandiri SFF 2014 akan lebih keren daripada tahun-tahun sebelumnya. “Kini masyarakat Indonesia Timur menjadikan Surabaya sebagai destinasi wisata belanja,” ungkapnya.

Sebab ada aneka promo dan diskon hingga 80 persen yang menjadi daya tarik utama. Apalagi tahun ini APPBI menggandeng Bank Mandiri sebagai mitra. Diharapkan kerja sama itu bisa diiringi kenaikan omzet minimal 25 persen dari tahun lalu. Pada SSF 2013, omzet mencapai Rp.3,5 triliun.

Lewat Mandiri SSF Surabaya bersaing dengan kota-kota lain. Tahun depan, imbuh Risma, Indonesia memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kemungkinan Mandiri SSF dilirik oleh dunia Internasional. Maka, inovasi-inovasi harus selalu dilakukan,” pesan Risma.

Sumber: Jawa-Pos.2-Mei-2014.Hal 1, 19