PADUAN MIE JAWA DENGAN BUMBU WESTERN
2 Oktober 2021. Hal. 6
Penyuka kuliner mie olahan, saat ini disuguhi banyak pilihan masakan mie. Dengan sejumlah level pedas, dan beragam topping. Kuliner mie makin banyak dimodifikasi untuk memberi pengalaman dan sensasi rasa.
SALAH satu pilihannya, adalah Mie Bakar Celaket yang berada di Jl Celaket gang 1, Kota Malang. Keunikannya adalah olahan mienya yang dibakar dan kemudain dimasukkan dalam aluminium foil. Ketika disajikan, makanan tetap dalam kondisi panas.
Untuk pilihan topping beragam. Seperti seafood, sosis, smoked beef, dan keju. Ketik proses pembakaran terjadi, aroma harum langsung menyengat dan mengundang rasa lapar.
Isminarto, owner Mie Bakar Calaket menjelaskan, masakan ini gabungan mie Jawa dengan bumbu western. Hasilnya kolaborasi yang yummy di mulut.
“Idenya ditemukan tidak sengaja. Awalnya saya buka warung kopi. Ada menu mie goreng. Ada moment mie goreng ini tumpah dan terbakar. Saya coba makan. Mie yang kena api kok enak. Saya kemudian berusaha mencarikan bumbunya,” kata Antok, panggilannya, Selasa (21/9).
Pada momen 2016 itu, akhirnya ia mengeksplorasi rasa dengan resep bakmi Jawa dipadukan bumbu western tersebut. Hingga ditemukan racikan yang pas dan siap jual.
Untuk harga, jika tanpa mozarella dibanderol Rp 18.000 per porsi. Jika dibubuhi topping mozarella harga menjadi Rp 23.000 per porsi. Yang tidak suka menu mie, ada chicken wing, snack kentang keju, tahu tuna.
“Saya sering makan mie di sini. Selain terkenal, enak dan harganya terjangkau,” ujar Safa, cewek berhijab ini.
Ia menyukai mie bakar dengan toping cumi. “Itu favorit saya. Alasannya ya enak saja,” jawabnya Safa yang datang bersama kawannya. Bahkan dalam satu bulan ini, ia sudah empat kali berkunjung ke gerai mie bakar tersebut. (Sylvianita Widyawati)
Cek Rasa Tiap Pagi, Rosi Pertahankan Cita Rasa
MEMADUKAN rasa mie bakar dengan aneka toping tidaklah mudah. Dibutuhkan racikan yang pas agar rasa di lidah pelanggan selalu konsisten.
Rosi, istri Isminarto, berperan besar dalam hal ini. Dalam sehari, ia menyiapkan 500 porsi. Karena tak jarang mini depotnya mendapat pesanan dadakan dalam jumlah banyak. Baik melalui aplikasi pesan antar maupun offline.
Di dapur Mie Bakar Celaket terlihat wajan besar berisi bumbunya. Di sebelah wajan bumbu, ditempatkan wajan besar untuk merebus mie. Mie dan bumbu itu dicampur dan dimasukkan per porsi ke dalam aluminium foil.
Setelah diberi topping baru dibakar langsung dengan alat, dibungkus dengan aluminium foil.
Untuk yang makan di tempat, disajikan di atas piring bersama aluminium foilnya sehingga kehangatannya terjaga. Jika dibawa pulang, maka akan dimasukkan ke stereofoam.
“Pekerja hanya membantu mengolah saja. Untuk bumbu, masih saya tangani sendiri,” kata Rosi.
Setiap pagi, ia selalu mengici semua olahan mie bakar untuk cek rasa. Tujuannya untuk menjaga cita rasa yang terlanjur disenangi konsumen agar tetap konsisten. Kelebihan di mie ini memang pada bumbunya. Jika dirasakan memang campuran bakmi Jawa dan bumbu western-nya mirip saos spageti. Sangat melebur, menyatu.
Dikatakan, karena Kota Malang identik dengan pangsit mie, bakso, maka dikreasi mie yang berbeda dan kekinian.
“Saat awal membuat mie bakar pada 2016, sudah banyak konsumen yang suka. Terbukti dari kunjungan orang yang datang,” katanya.
Maka juga dikreasikan dengan berbagai toppingnya. Ada daging asap, sosis, cumi, udang, mix daging, mix udang. “Kebanyakan memang banyak yang suka topping daging asap. Tapi seafood juga punya penggemar sendiri,” jawabnya.
Untuk menu best seller, ia menyebut menu combo. Sebab sudah termasuk minuman. Untuk pasokan mie-nya, Rosi sudah bermitra sehingga ia bisa fokus pada pengolahan makanannya.
“Kami akan selalu inovasi, terutama pada topingnya. Ini rencana akan memakai ikan juga,” urainya. (vie)

