Surabaya – Selain syal, perempuan bisa memilih kalung agar terlihat chic dan cantik. Terkadang ketika berada di kampus maupun kantor, kaum hawa hanya mengenakan kemeja. Bagian leher pun sering terasa kosong. Menurut Meylin Megi, fashion blogger, kalung kini tidak hanya dikenakan pada saat pesta. Bekerja pun tetap harus modis. Pilihannya kalung berornamen besar dengan warna yang beragam.
Kalau pilihan jatuh pada kalung etnik, dia menyarankan untuk dipadupadankan dengan pakaian berwarna gelap atau plain. “Biar focus of interest-nya di leher, baju yang dikenakan lebih ke gelap atau tidak bermotif,” ujar perempuan berambut panjang itu. Dia menambahkan, selain kemeja, sah-sah saja memakai model turtle neck maupun sabrina.
Perempuan kian dimudahkan. Sebab, model kalung etnik berkembang pesat. Ada yang berbentuk tribal dengan aksen segi tiga bertumpuk-tumpuk. Ada pula floral. Grace Elysia, supervisor ladies good Sogo Tunjungan Plaza, mengatakan, kalung etnik floral banyak dipilih. “Kalau model sih, itu biasanya bergantung pada selera. Biasanya, mereka lebih mencocokkan dengan pakaian yang sudah dipunyai,” tuturnya.
Tren kalung etnik itu dibenarkan Alexandra Wawolangi, 22. “Saya lebih memilih kalung sesuai dengan warna sepatu yang sedang saya pakai,” ujar mahasiswi Universitas Ciputra tersebut.
Sumber : Jawa Pos. 14 Januari 2014. Hal. 36.

