Tampilkan Karya Fashion Mahasiswa Berkultur Indonesia di Ajang Internasional

Jawa Pos. 8 April 2024. Hal.15

ELEGAN: Dari kiri, Winnie Nettabella, Ciawita Lautama, Michella Setiabudi, dan Jocelyn Chandra menata pakaian hasil karya yang bakal ditampilkan di Hongkong Fashion InStyle 2024.

SURABAYA-Sebelas mahasiswa Fashion Design and Business (FDB) Universitas Ciputra (UC) mendapat kesempatan untuk mengikuti pameran dan show di Hongkong InStyle pada 20-23 April mendatang. Dalam kesempatan itu, mereka menampilkan karya-karya yang sudah lolos kurasi. Sebagian besar menyuguhkan pesona kultur Indonesia lewat fashion.

Jocelyn Chandra, salah seorang peserta, membawa judul The Brahma. Dia menyuguhkan budaya suku Tengger yang berada di kawasan Bromo. “Saya memadukan dua teknik buat motifnya. Teknik sulam silang yang kini ngetren lagi. Juga, teknik lukis yang populer karena tekniknya beberapa kali dipakai brand terkenal,” terangnya saat ditemui di UC Kamis (4/4).

Lewat dua teknik itu, dia menyuguhkan beberapa tradisi turun temurun di Bromo dan kesibukan di sana. Motif itu dibuat dengan tangan yang kemudian diaplikasikannya pada kain katun linen. Lewat motif tersebut pun, Jocelyn ingin menyisipkan budaya Indonesia agar tidak hilang begitu saja.

Selain Jocelyn, ada Michella Setiabudi yang mengangkat budaya tari remo Jawa Timur. Sementara itu, Winnie Nettabella mengangkat konsep sustainable fashion lewat koleksi gedogan. “Disini saya coba untuk lebih ramah pada lingkungan. Salah satunya lewat pewarnaan alam,” terangnya. Meski mengangkat tenun gedogan khas Tuban dan mengadaptasi bentuk
kebaya, dia membuat look tiap desainnya lebih fresh dan modern.

Ciawita Lautama, dosen FDB UC yang mendampingi, menambahkan bahwa para mahasiswa yang lolos untuk tampil di Hongkong Fashion InStyle 2024 adalah mereka yang bisa menampilkan kultur Indonesia dengan taste pasar internasional. “Karena di sana mereka tidak hanya show, tetapi juga akan didatangi buyer-buyer internasional,” imbuhnya. (ama/c12/may)