Tema Rustic untuk Bus Pengantin. Jawa Pos.8 Mei 2017.Hal.27,37

SURABAYA- Sebentuk bus pariwisata disulap menjadi mobil pengantin untuk pasangan Denny Primaditya dan Stephanie Emanuella Salim. Pasangan pengantin yang merupakan Alumni Universitas Ciputra itu membuat konsep unik, yaitu mengganti mobil pengantin dengan bus pengantin. Idenya berasal dari ayah Denny, Indarto, yang merupakan salah seorang pengusaha di bidang transportasi umum. Hajatan untuk anak pertama tentu special. Denny merupakan sulung diantara dua bersaudara dari pasangan Indarto dan Rina Herliana. Sementara itu, Stephanie adalah putri Sulung pasangan Kwa Hwa San dan dan Dianawati Gunawan. Karena itu, kemarin bus Dali Mas asal Bojonegoro terlihat menawan dengan balutan tirai dari kain tile. Ada rangkaian bunga segar di kaca jendela. Dekorasi bus pengantin tersebut mengusung tema rustic. Ada perpaduan dedaunan dan bunga-bunga menjalar hingga bagian depan bus diatas lampu utama.

Satu Bus Hanya Untuk Dua Penumpang

Untuk memaksimalkan dekorasi, beberapa stiker yang biasa menempel di luar bodi bus sebagai petunjuk dan hiasan bus pariwisata dilepas. Biasanya, untuk keperluan pariwisata, bus dapat menampung sekitar 38 orang. Nah, deretan kursi penumpang harus dilepas. Hanya tersisa satu kursi sopir dan sofa dibagian paling belakang untuk mempelai. Sofa diletakkan di depan backdrop. Semua dibalut kain satin serba putih. Pada backdrop terdapat inisial DS berwarna emas.  Disisi kanan kirinya, tergantung rangkaian bunga putih. Kain bus juga diberi tumpukan bunga oranye, hijau, dan putih. Dekorasi mencampurkan bunga artifisial dengan beberapa bunga segar. Penggarapan dekorasi bus pengantin memelukan waktu tiga hari. Denny menyerahkan ide dan konsep untuk merancang bus pengantin kepada sang ayah. “Nurut saja anaknya” ucap Indarto saat ditemui di Mercure Grand Mirama Surabaya Kemarin (7/5). Indarto mendesain bus hanya untuk ditumpangi mempelai. Oleh karena itu, tempat duduk hanya cukup untuk berdua. Sisanya adalah ruang kosong berhias bunga-bunga bak Taman Eden didalam bus. Saat iring-iringan, bus berpelat nomor S 7378 UB itu dikawal oleh beberapa mobil pribadi yang sebagian juga dihiasi bunga. Tiga mobil yang terdiri atas dua Toyota Alphard dan satu Toyota Vellfire ditumpangi orangtua, besan, dan saudara kandung mempelai. Bus membawa pengantin dari Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya ke Club House Wisata Bukit Mas 2 pukul 16.30 dengan jarak tempuh sekitar 12 km. iring-iringan bus pengantin sempat terkendala kemacetan lalu lintas karena bertepatan dengan Pawai Budaya dan Budaya Surabaya. Padatnya lalu lintas tidak memungkinkan untuk dilewati bus beserta rombongannya.

Bus juga tidak dapat melewati jalan alternative karena terhalang kabel listrik yang melintang di jalan. Alhasil, pengantin akhirnya diabtar dengan salah satu mobil orangtua. “tadinya pengantin mau dibawa pakai bus ke Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela dan kembali ke hotel. Lalu, sorenya ke lokasi resepsi,” ucap Cindy, salah satu seorang panitia. (esa/c6/dos

Sumber : Jawa Pos. 8 Mei 2017. Hal.27,37