Tempe untuk Generasi Emas Hidupkan Semangat Hari Pahlawan, Inovasi Mahasiswa UC Perangi Stunting
9 November 2025
PR SURABAYA – Universitas Ciputra Surabaya kembali menegaskan komitmennya terhadap pengabdian masyarakat.
Melalui program bertajuk “Mural Matahari dan TempeMas (Tempe untuk Generasi Emas)”, UC menghadirkan kolaborasi lintas disiplin ilmu antara Program Studi Visual Communication Design (VCD), Fakultas Kedokteran (FK), dan Culinary Business (CB) di Kelurahan Penele, Jalan Plampitan, Surabaya.
Berangkat dari isu stunting yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia, kegiatan ini menyatukan edukasi, seni, dan kuliner untuk menyuarakan pesan sederhana: “Sehat tidak harus mahal.”
Mural Matahari, Simbol Kehidupan dan Semangat Juang
Mahasiswa semester 1 dari Program Studi VCD UC menyalurkan kreativitas mereka lewat mural bertema Matahari, yang melambangkan kehidupan, harapan, dan semangat perjuangan melawan stunting.
“Mural ini bukan hanya karya seni, tapi juga pesan emosional agar warga selalu ingat pentingnya gizi seimbang untuk generasi emas,” ungkap Pandu Rukmi Utomo, S.Ds., M.Ds, dosen VCD sekaligus pelopor kegiatan.
Kepala Program Studi VCD UC, Christian Anggrianto, S.Sn., M.M., Ph.D, menambahkan bahwa mahasiswa UC diajak untuk menjadi pahlawan masa kini melalui aksi nyata.
“Entrepreneurship bukan cuma soal profit, tapi juga dampak sosial. Kami ingin mahasiswa belajar berempati dan berkolaborasi,” tegasnya.
Mahasiswa Kedokteran Edukasi Gizi Seimbang
Dari sisi kesehatan, mahasiswa Fakultas Kedokteran UC turun langsung memberikan penyuluhan tentang pentingnya gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga usia balita.
Edukasi ini menekankan bahwa stunting tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga masa depan generasi penerus bangsa.
TempeMas: Kreasi Kuliner Lokal untuk Generasi Emas
Melengkapi kegiatan tersebut, mahasiswa dari Program Studi Culinary Business UC bersama Chef Otje Herman Wibowo, S.E., M.Par. mengadakan pelatihan pembuatan kudapan dan lauk modern berbahan dasar tempe.
“Tempe itu sederhana tapi kaya gizi. Dengan kreativitas, bahan lokal ini bisa jadi makanan enak dan bergizi tinggi,” ujar Chef Otje.
Pelatihan ini mengajarkan warga bagaimana mengolah tempe dengan alat sederhana yang mereka miliki di rumah, menjadikannya solusi realistis untuk asupan gizi sehari-hari.
Kolaborasi Ilmu dan Kepedulian Sosial
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari banyak pihak, termasuk Erwien D. Ferdianto, salah satu orang tua mahasiswa VCD UC yang hadir di lokasi.
“Luar biasa, mahasiswa tidak hanya belajar teori tapi juga langsung memberi dampak bagi masyarakat. Ini bentuk pembelajaran yang sesungguhnya,” katanya.
Selama satu bulan penuh sejak Oktober, mahasiswa UC terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, yang berpuncak pada penyerahan mural dan hasil program kepada warga pada 9 November 2025 oleh Dr. Astrid, Wakil Rektor I Universitas Ciputra Surabaya.
Ia berharap program ini menjadi awal gerakan berkelanjutan UC untuk membangun semangat kepahlawanan modern, berjuang dengan ilmu, kreativitas, dan kepedulian sosial.
Dari Kampus untuk Negeri
Melalui “Tempe untuk Generasi Emas”, Universitas Ciputra membuktikan bahwa semangat Hari Pahlawan tak hanya dirayakan dengan upacara, tetapi juga dengan aksi nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Generasi muda UC menjadi bukti bahwa pahlawan masa kini lahir dari kolaborasi, empati, dan semangat berbagi.***

