SURABAYA, Jawa Pos-Wall of Hope jadi judul koleksi terbaru desainer Alben Ayub Andal. Berkolaborasi dengan komunitas pembatik Dolly dan juga Heriyanto dari RI Clothing, dia dan para pembatik menyamakan pemikiran untuk membuat karya yang cukup berbeda dari biasanya. Sementara itu, Heriyanto bertugas untuk membuat maskernya. Meski judulnya adalah batik, motif yang dibuat lebih seperti sebuah gambar ima jinasi yang membawa pesan sebuah impian. “Inspirasinya sebenarnya datang dari keadaan sekarang. Di mana dengan keadaan seperti ini rasanya susah untuk mewujudkan impian,” terangnya saat dihubungi kemarin (9/8). Impian menjadi kata kunci dalam karyanya kali ini. Menurut dia, seseorang itu mempunyai mimpi kali pertama saat mereka suka coret-coret di tembok ataupun buku dengan asal.

Menurut Alben, hal itu memang terlihat sepele. Tapi, jika dilihat lagi sebenarnya gambar coret coret saat masih anak-anak adalah impian paling jujur yang mereka sampaikan. “Misalnya aja anak itu gambar pesawat. Sebenarnya itu impian dia pengin naik pesawat, punya pesawat, ataupun bisa menerbangkan pesawat,” jelasnya.

Karena itulah, motif batik dalam Wall of Hope kali ini dibuat seperti sebuah gambar anak-anak. Ada gedung metropolitan yang menggambarkan Surabaya, ada juga gambar gambar suasananya yang merupakan imajinasi langsung dari para pembatik Dolly. “Gambar motif ini pun jadi impian tersendiri bagi mereka. Konsepnya juga jadi kontemporer yang sangat bisa untuk anak-anak muda,” sambungnya.

Sebab, menurut dia, motif batik untuk anak muda masih sangat susah dicari. Desainnya mungkin sudah lebih milenial, tapi untuk motif masih jarang ditemui. “Dengan begini, harapannya pun anak-anak muda juga bisa mengonsumsi batik sebagai daily wear yang memang ringan. Nggak hanya dari stylebajunya, tapi juga motifnya,” ujarnya. (ama/c13/tia)

 

Sumber: Jawa Pos. 10 Agustus 2021. Hal. 20