Terpikat Pemasaran Getok Tular. Shella Audry (CBZ 2011). Tribun Jateng. 5 Februari 2017

Audry rasakan manfaat tips dari buku the power of word of mouth marketing

Semarang, tribun

Shella audry kurnia atau lebih dikenal sebagai audry tengah belajar mengenai strategi pemasaran. Usaha kuliner yang kini dirintis membuatnya harus belajar beragam aspek, termasuk cara cerdas agar konsumen mengenal produknya. Ia kembali teringat buku yang direkomendasikan oleh dosen ketika menempuh studi culinary business Universitas Ciputra angkatan 2011. “Dulu disuruh dosen untuk untuk membeli buku ini untuk kelas studio, “ujarnya. Ia membeli buku berjudul the power of word of mounth marketing karya sumardy. Marlin silvina dan melina melone. Pertama kali membaca ketika masih kuliah dan kemudian ia baca kembali pada akhir tahun 2016. Ia mulai berpikir untuk menerapkan strategi pemasaran yang menarik untuk java leonpia. Ketika membaca ia menemukan beberapa poin yang menarik untuk digali dan dikembangkan. Ia mulai mengevaluasi kinerja usahanya.

Istri dari Andi setiawan ini pun mengungkapkan bahwa ia ingin agar merek usahanya dikenal orang, terlebih jenis produk yang ia jajakan merupakan makanan khas semarang yang menjadi buruan para pelancong yang mampir ke semarang. Langkah yang ia tempuh ialah mulai mematangkan konsep usahanya. Ia berharap agar java loenpia memiliki exclusive value berupa kualitas produk yang baik dan testimony positif konsumen. Kalau orang sudah tahu kualitas dan merek kita, mereka akan datang lagi dan malah merekomendasikan ke orang lain. Istilahnya, getok tular, uangkapnya. Harapan itu ia realisasikan konsep venue dan packaging yang berbeda dengan yang lain. Venue yang ia miliki berbeda dengan yang lain. Venue yang ia miliki berbeda dengan pusat oleh-oleh lunpia lain karena ia menggunakan desain interior berkonsep industrial peranakan. Ia berharap konsumen yang berkunjung ketempatnya tidak sekedar duduk dan menunggu pesanan, namun juga dapat duduk dan bersantai menikmati venue java loenpia yang terletak di jalan dr. cipto nomor 115 A Semarang.

Identitas

Pada packaging, wanita kelahiran semarang, 30 september 1993 menuturkan bahwa ia tetap menggunakan besek sebagai tempat kemasan. Ia mempertimbangkan besek sebagai identitas kemasan lunpia. Namun ia tetap menerapkan pelajaran exclusive value pada kemasannya. “saya berikan logo pada besek sebagai identitas, imbuhnya”. Konten dalam buku diakuinya memiliki nilai yang lebih aplikatif dan mudah dimengerti oleh pelaku usaha pemula sepertinya. Ia yang baru membuka usaha tentu mempertimbangkan banyak hal untuk mengembangkan usahnya, termasuk promosi berupa pemasangan iklan sangatlah mahal.

Modal usaha yang besar, keuntungan usaha yang belum maksimal, masih harus dipangkas untuk biaya promosi iklan yang tidak sedikit, “kisah wanita yang memiliki hobi membaca, fotografi, memasak dan bermain peralatan make up. Ia pun mengungkapkan pula bahwa ia menyukai desain buku yang unik dan menarik dan lebih interaktif karena langsug menunjukkan contoh ia tidak merasa digurui dan tidak terlalu berat oleh penulis buku. Buku tersebut memberikan contoh langsung pada hal-hal yang sehari-hari dapat ditemui. Kini, ia terus menerapkan pelajaran yang diserap dari buku untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan produknya. Harapannya ialah untuk terus meningkatkan kualitas produk agar orang semakin mengenap merek usahanya tanpa perlu banyak berpromosi. (arh)

Sumber: Tribun-Jateng.-5-Februari-2017, Hal. 20