
Oleh Jennie Xue – Kolumnis Internasional dan Pengajar Bisnis, tinggal di California, AS.
Di era konstan distraksi ini, konsentrasi adalah barang langka. Sangat sulit bagi kita untuk dapat fokus dalam melakukan satu hal tanpa terdisrupsi oleh berbagai notifikasi, pesan digital, dan panggilan telepon.
Bahkan keinginan untuk mengecek status Facebook dan cuitan Twitter pun sangat tinggi, terkadang jauh melampaui motivasi bekerja di hari Senin. Yang lebih menyedihkan adalah semakin menurunnya attention span kita Bacaan semakin pendek dan pembicaraan pun semakin tergesa-gesa.
Setiap orang seakan-akanpunya tugas super penting, padahal mungkin yang dibaca hanyalah pesan-pesan grup WA alumni SMA, status lucu Facebook teman-teman dan cuitan beberapa selebriti dan orang terkenal.
Adiksi internet dan gadget digital semakin mendarah daging. Padahal di dunia bisnis dan kerja, mengendalikan fokus adalah hal yang luar biasa penting.
Bayangkan jika Anda perlu bernegosiasi yang nilainya jutaan dollar, namun Anda emmbiarkan pikiran terdirupsi oleh pesan-pesan media sosial yang mengalir tiada akhir. Bagaimana Anda dapat fokus sehingga berhasil membawa kebaikan bagi perusahaan dan memastikan hadirnya sang profit?
Jelas Anda perlu fokus di setiap pembicaraan, baik pertemuan empat mata maupun dalam rapat dengan beberapa orang. Untuk itu, Anda perlu kenali beberapa strategi manajemen atensi yang efektif.
Satu, menurut neurosains, ada dua jenis atensi: sukarela dan tidak sukarela. Keduanya sangat penting untuk dikenalo agar distraksi dapat disingkirkan sebelum pembicaraan dimulai. Kedua jenis atensi ini erat hubungannya dengan distraksi dari luar.
Atensi sukarela mengacu kepada atensi yang sebenarnya dapat kita control, dan atensi tidak sukarela tidaklah dapat dikontrol. Keduanya sangat oenting untuk survival od the species dan evolusi manusia.
Atensi sukarela dapat dikontrol dengan menghilangkan distraksi ruangan. Atensi non-sukare;a tidak dapat dikontrol karena sumber distraksi tidak dalam jangkauan control kita.
Dua, carilah kesempatan berbicara yang tepat ketika Anda dan pihak sedang dalam kondisi prima. Pagi hari semestinya merupakan waktu yang baik, karena telah melalui masa tidur di malam hari dan belum lelah beraktivitas.
Namun, ada beberapa orang yang lebih segar dan fokus di malam hari seperti nocturnal. Kenali pola Anda dan teman bicara Anda. Untuk hal-hal yang sangat penting dan serius, sebaiknya aktivitas dilakukan ketika fisik dan mental siap.
Tiga, hilangkan kesimpangsiuran mental (mental clutter) dengan mengulang-ulang afirmasi positif seperti “saya damai dan sukses” dan “semua beres dan tenang tenteram” ratusan hingga ribuan kali hingga gelombang pikiran menjadi tenang dan jelas.
Di dunia bisnis dan kerja, mengendalikan fokus merupakan hal yang luar biasa penting.
Emosi positif
Ini menjelaskan mengapa agama mengajarkan doa yang berulang-ulang. Chanting prayer atau enchanting meditation adalah salah satu metoe terjitu untuk menenangkan pikiran. Dengan pikiran yang tenang, dapat dipastikan hasilnya baik atau bahkan sangat baik.
Empat, ganti emosi negatif dengan emosi positif. Jadilah tuan bagi pikiran diri sendiri, bukan hamba. Jangan biarkan hal-hal negative mempengaruhi pikiran-pikiran Anda. Biasakan untuk bersyukur setiap hari selama ratusan kali di dalam hati. Hal-hal kecil sering kali lewat dari radar rasa syukur kita.
Ketika ada rasa khawatir, marah, kecewa, iri, dan jengkel sebaiknya lakukan framing dengan melihat sisi positif dari segala sesuatu. Dn hindari membanding-bandingkan diri.
Bahkan hal-hal negatif sekalipun pasti ada positifnya. Minimal, Anda jadi bisa belajar dari kesalahan masa lalu.
Lima, kembalikan, alihkan dan gunakan kerangka pikir berbeda ketika percikan-percikan pikiran mengganggu pembicaraan. Misalnya, ketika tiba-tiba ada impulse untuk melakukan sesuatu yang tidak berhubungan dengan konteks pembicaraan, kembalikan arah fokus kepada pembicaraan asal.
Jangan pikirkan impulsi-impulsi pikiran mengacaukan tujuan pembicaraan sebenarnya. Redupkan impulsi-impulsi tersebut dengan menarik nafas atau memandang satu titik yang menenangkan.
Enam, hindari mental fatigue. Ketika anda sudah tidak sanggup lagi untuk fokus setelah berbagai cara digunakan untuk mengembalikan pikiran yang membara, aturlah waktu kembali agar ada pertemuan berikut. Terutama apabila fisik pun telah terganggu, misalnya ada rasa pening di kepala atau kesulitan bernapas akrena terlalu banyak asap rokok di sekitar.
“Sebaiknya pembicaraan diteruskan di lain waktu yang lebih fit bagi Anda, daripada hasilnya merugikan masa depan. Setiap pembicaraan selain sebaiknya win-win, juga ada unsure pembelajaran.
Akhir kata, biasakan untuk melatih kebiasaan fokus dalam beraktivitas, apalagi ketika sedang berkomunikasi dengan orang lain. Kurangi multitasking karena ini akan mengurangi kualitas output hingga 60%. Selamat meningkatkan fokus. Semakin fokus, semakin baik output, sehingga dalam agregat akan membentuk hidup yang lebih baik.
Sumber: Tabloid Kontan. 10-16 Juli 2017. Hal 27.
