Sudah berbulan-bulan diet, dan cukup berhasil, eh tiba-tiba Imlek di depan mata.  Mau seperti membatasi apa pun, sulit untuk tidak menghajar setiap menu yang tersaji di meja makan.  Apalagi kalau sok diet pasti ditegur oleh nenek dan ai-ai.  Jangan khawatir.  Kita bisa segera kembali ke “jalan yang benar” setelah makan berlebihan selama liburan tahun baru.

Domi menjalankan spirit kerbau, ITA memasuki The Year of Ox.  Yang di Indonesia disebut Tahun Kerbau.  pasti menyenangkan setelah semua sajian Imlek buatan nenek langsung tidur lama (ditabok).  Bagian terakhir tadi menjelaskan bercanda.  Tapi bagian sebelumnya, soal risiko makan berlebihan saat tahun baru, memang sulit dihindari.

Selama acara tahun baru, berkumpul bersama keluarga besar adalah acara Wajib.  Dan pada momen spesial itu, sudah pasti tersaji bermacam santapan di saya Apalagi banyak makanan yang menambah pelengkap.  Mulai mi, iken, daging, bebek, hingga sayuran hijau dan aneka jajanan manis.

Saking enak-enaknya, seluruh sajian tersebut bakal menggoda iman para pelaku diet. Baik yang tujuanya untuk mengurangi berat badan, maupun diet karena alasan medis. Sehingga meroka rela memberlakukan cheating day. Alias hari ketika prinsip-prinsip diet dibuang ke luar jendela.

Efek Cheating Day

Apakah sehari cheating bisa membuat jarum timbangan bergerak ke kanan? Bisa. Karena berat badan bakal otomatis naik jika kita mengalami kelebihan kalori. Menurut riset Alefia Vasanwala, kepala dietitian rumah sakit Mount Elizabeth Singapura, ekses 3.500 kilo kalori yang menumpuk dan tidak dibakar akan membuat bobot kita naik 0,5 kilogram.

Padahal, untuk mencapai angka itu, sangat mudah.  Bahkan dalam dua hari.  Sepiring besar yee sang (salad ikan Imlek) bisa lebih dari 500 kilo kalori.  Semangkuk sup Delapan bentuk yang berisi teripang, ikan, udang kerang, abalon, dan jamur) nilainya mencapai 350 kilo kalori.  Suka bebek panggang?  Dua iris saja sudah 100 kilo kalori.  Oh ya, sajian pork belly yang digoreng renyah itu bakal menambah 400 kilo kalori per porsi.

Belum lagi jayanan lain yang sayang untuk dilewatkan.  Yang di hari-hari tidak mungkin kita sentuh karena kalorinya tinggi.  Seperti nastar nanas, bakkwa, dan kue keranjang.  Sudah begitu, karena berkumpul dengan keluarga, sulit meluangkan waktu untuk olahraga.  Alhasil, dalam dua hari liburan saja, kita bisa menyimpan 5.500 kilo kalori.

Dari penelitian Departemen Kesehatan Taiwan, sebanyak 39 persen warga di sana mengalami makan berlebihan selama liburan Imlek.  Dan hampir 45 persen penduduk mengalami kenaikan berat badan rata-rata 1,7 kg selama liburan Imlek.  Di Singapura, selama tahun baru, delapan dari 10 orang mengonsumsi lebih banyak garam daripada hari biasa.

Ah, apa artinya naik setengah atau sekilo?  Toh cuma sekali setahun.  Masalahnya, bagaimana kalau cheating day terjadi lebih dari sekali?  Jangan lupa, dalam setahun, ada beberapa acara lain yang juga sering bikin kalap.  Misalnya Natal.

“Kalau ada kenaikan berat badan sebanyak satu atau dua kilo yang tidak bisa dibuang setelah liburan, risiko obesitas dan penyakit degeneratif akan meningkat,” kata ahli diet senior Changi General Hospital Phoi Yan Yin, seperti dilansir Channel News Asia.  “Seperti yang kita ketahui, kegemukan akan memicu diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung,” tuturnya.

Risiko itu akan semakin tinggi jika liburan liburan kita juga meminum alkohol secara berlebihan. “Terlalu banyak alkohol dalam waktu yang singkat akan memperlambat proses metabolisme tubuh. Dan bakal mengarah ke pembengkakan hati,” kata Joanne Loh, ahli gizi Yishun Community Hospital Singapura. Beberapa ekstra gelas wiski dan bir bakal meningkatkan kinerja organ-organ vital yang lain.  Misalnya jantung.

 Apa yang Harus Dilakukan? 

Nah, setelah makan secara menggila, apakah kita pertu melakukan detoks?  Metode ini cukup populer di kalangan pencinta gaya hidup sehat.  Metodenya macam-macam.  Mulai dari yang simpel, seperti meminum lebih banyak air dalam beberapa hari.  Ada juga yang jelang.  Atau hanya minum jus buah selama tiga hari penuh.  Serta minum yogurt dan pil probiotik.

Ternyata, cara ini sangat tidak disarankan oleh para ahli gizi. “Tubuh kita punya kemampuan mengatasi kelebihan kalori. Jika makan berlebihan hanya terjadi jika terjadi saja,” kata Dr Reuben Wong, ahli gastroentrologi dari rumah sakit Gleneagles. “Anda boleh saja mengurangi makan selama beberapa hari setelah liburan. Tapi jangan sampai melakukan diet ekstrem secara tiba-tiba. Atau melakukan defisit kalori secara drastis, yang terjadi ketika Anda melakukan detoks atau harian,” lanjutnya.

Loh setuju.  “Sistem pencemaan kita bisa menahan tekanan akibat makan berlebihan. Di sisi lain, waktu, atau detoks dalam waktu singkat tidak akan banyak membantu menurunkan kadar trigliserida atau kolesterol dalam tubuh,” papar dia. “Artinya, detoks hampir tidak ada gunanya,” imbuh Loh.

Dr Lim Su Lin, kepala ahli gizi di National University Hospital Singapura, berpendapat sama.  Bahkan ia menyebut bahwa detoks hanya sebatas seksi yang dipakai oleh penyedia tren-tren gaya hidup.  “Agar orang merasa bersalah sudah makan banyak. Sehingga tergerak untuk membel produk mereka. Entah berupa jus sehat atau pil probiotik,” tulisnya.

Jika memang meminum jus sayur dan buah bisa mengurangi rasa telah menikmati berpiring-piring makanan yang kaya lemak, silakan saja .

MESKI namanya salad, kandungan seafood yang berlimpah pada yee sang membuat kandungan kalori pada makanan cukup tinggi.

Tapi, jangan sampai hanya minum itu selama beberapa hari ke depan. Hingga menemukan sumber nutrisi lain seperti karbohidrat, protein, dan lemak esensial.

“Inti dari kompensasi setelah makan berlebihan adalah mengurangi asupan kalori, dan menyantap lebih banyak makanan sehat,” jelas Lim.  “Buah-buhan segar, sayuran, dan jus yang tinggi antioksidan cocok untuk itu. Karena memang lebih rendah kalori dibandingkan makanan lengkap. Harapannya, setelah makan buah dan sayur, nafsu makan kita lebih terkontrol,” lanjutya.

Namun, ia mengingatkan lagi, kita harus memastikan sumber dalam terpenuhi. Antara lain protein, lemak esonsial, dan vitamin B. “Kembali ke pola akan seimbang yang sehat masih lebih baik daripada puasa atau detoks” togasnya.

Bagaimana kalau overating menyebabkan perut tidak nyaman” Kata sering disebut sakit perut atau kram perut. Jangan buru-buru ke dokter. Berhenti makan, lalu minum air putih yang banyak. Sampainya berkurang. Kalau perihnya sangat parah, dan tidak berkurang dalam sehari (atau  disertai muntah, demam, dan diare), barulah menemui dokter.

Jadi, Makan Apa setelah Liburan?

Makan biasa saja. Kembali ke pola makan yang seimbang sebelum Imlek. Karbohidat kompleks, protein, serta sayur dan buah. Plus air putih. Awali  pagi setelah liburan dengan sarapan yang kaya serat, kalsium, dan vitamin. Disarankan memilih gandum utuh sebagai sumber karbohidrat.

“Ini bisa diponuhi dongan dua roti gandum utuh dengan selai kacang dan potongan buah pisang.  Lalu minumnya pilihan susu kedelai tinggi kalsium,” Lim. “Atau bisa juga sereal multigrain dengan susu, dengan topping aneka buah potong dan kacang campuran.  Dua opsi menu itu cukup kaya serat dan protein yang akan membuat kita tetap kenyang sampai makan siang.  Serta Rendah lemak dan gula olahan,” lanjutnya. (Retna Christa)