Umumnya terjadi di kehamilan 12-24 minggu
Surabaya – para ibu yang beberapa kali mengalami keguguran perlu memeriksakan kondisi darahnya. Bisa jadi, musibah yang tidak diinginkan itu terjadi lantaran trombosis. Thrombosis merupakan proses pembekuan darah yang menyumbat pembulu darah arteri dan vena. Pada ibu hamil, pembekuan darah tersebut bisa jadi penyumbat plasenta bayi. “ Akibatnya, bayi tidak mendapakan asupan makanan,” ujar dr Hendera Henderi SpOG.
Janin yang tidak mendapatkan asupan makanan tidak akan berkembang. Dokter pun terpaksa menguretnya. Janin yang tidak berkembang itu juga mengakibatkan pendarahan hingga terjadi keguguran.
Dokter yang berpraktik di National Hospital itu menyatakan bahwa salah satu penyebab thrombosis adalah antiphospholipid syndromes (APS). Sindrom tersebut mengakibatkan kekentalan darah pada tubuh cepat terjadi.
“Ketika tidak mendapatkan asupan makanan maupun oksigen, janin dapat dipastikan tidak bisa berkembang,” katanya. Padahal, bagi mereka yang menderita thrombosis, aliran darah tidak selalu lancar.
Dia menyarankan ibu hamil untuk rutin kontrol. Hal itu dapat mengetahui perkembangan janin. Selain itu, lakukan cek apakah mereka menderita thrombosis atau tidak. “ tes untuk mengetahui thrombosis itu bisa dilakukan di awal kehamilan. Apalagi mereka yang pernah mengalami keguguran,” ucapnya.
Jika terdeteksi menderita thrombosis, dokter akan memberikan terapi obat. Obat yang diberikan biasanya adalah antikoagulan. Yakni, sejenis golongan obat yang dipakai untuk menghambat pembekuan darah. “ Iniharus dikonsumsi terus agar mereka tidak mengalami kekentalan darah,” ujar Hendera.
Biasanya, pembekuan darah itu biasa trejadi pada usia kehamilan 12-24 minggu. Walaupun kasus seperti itu tidak terlalu banyak, thrombosis menjadi perhatian dunia. Terbukti, setiap tanggal 13 oktober diperingati sebagai Hari thrombosis International. (Iyn/c6/ayi)
Sumber : Jawa pos, Jumat 23 Oktober 2015. Hal 44

