Bisa Hilangkan Selulit dan Turunkan Kolesterol
SURABAYA- Perut gendut dan menggelambir biasanya dialami perempuan setelah melahirkan, memiliki berat badan berlebih, atau menjadi bagian dari proses penuaan. Penampilan yang jadi kurang menarik mempengaruhi rasa percaya diri. “Solusinya bisa dengan abdominoplasty,” ujar dr Iswinarno Doso Saputro SpBP (RE) kemarin (18/3).
Dokter bedah plastik estetik dan rekonstruksi itu mengatakan, abdominoplasty dikenal juga dengan tummy tuck. Yakni, tindakan bedah dengan mengambil bagian perut yang menggelambir. Menurut dia, abdominoplasty sangat berbeda dengan liposuction atau sedot lemak. Pada tindakan itu, hanya lemak yang diambil. Dengan demikian, kulit perut yang menggelambir tetap ada.
Iswinarno mengungkapkan, pasien abdominoplasty biasanya adalah ibu-ibu setelah persalinan. Mereka kebanyakan mengeluh perutnya tidak bisa kembali kencang. Selain itu, kulit perut dihiasi selulit, keriput, dan pecah-pecah. Masalahnya, kondisi tersebut tidak bisa dihilangkan. Alternatifnya, kulit menggelambir itu yang diangkat.
Menurut Iswinarno, abdominoplasty bisa dilakukan pada laki-laki dan perempuan. Dia menyebut, setidaknya ada empat pasien laki-laki yang pernah ditanganinya. “Kalau pasien paling tua umurnya 90 tahun. Perutnya yang menggelambir sampai ada tiga lipatan,” ungkapnya.
Dokter alumnus FK UGM itu mengatakan, prosedur abdominoplasty cukup lama. Sekali operasi, durasinya bisa empat jam. Pasien dibius total. Saat operasi, kulit perut bagian atas pusar hingga atas kemaluan dipotong, kemudian dibuang. Lalu, kulit yang tersisa ditarik dan dikencangkan dengan cara menjahitnya. “Teknik bedah ini disebut lipectomy,” ujar Iswinarno.
Menurut dokter berusia 50 tahun itu, bedah tummy tuck itu aman. Buktinya, pascaoperasi, pasien tidak akan merasa sakit berlebihan. Hanya kulit bagian luar perut yang diangkat. Rahim tidak akan terganggu. Selain itu, kulit perut menjadi kencang. Pasien juga bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan leluasa.
Iswinarno menyebut, abdominoplasty menyehatkan pasien. Banyak pasien dengan perut menggelambir yang memiliki riwayat kolestrol tinggi yang bisa memicu jantung coroner. “Perutnya isi lemak. Itu yang tidak sehat. Kalau dipotong, kolestrol bisa turun,” katanya.
Iswinarno mengungkapkan, tindakan bedah itu bisa dilakukan di Surabaya. Pasien tidak perlu ke luar negeri. Namun, sebaiknya pasien memilih dokter bedah plastic, bukan dokter umum. “Kalau di luar negeri, harganya tiga kali lipat di sini. Apalagi, buka jahitannya juga di Surabaya, buat kesana,” ujar Iswinarno.
Pria yang mengambil gelar spesialis di FK Unair itu menambahkan, saat ini pasien tidak perlu lagi menjalani rawat inap lama di rumah sakit. Cukup sehari, pasien bisa langsung pulang. Hasilnya juga bisa bertahan selamanya. Syaratnya, menjaga pola makan. Lalu, berolahraga yang bisa menguatkan otot perut. Misalnya, sit-up dan Yoga. “Olahraganya kalau bisa jangan kayang dulu selama tiga bulan. Kalau habis melahirkan, sebaiknya pakai stagen,” ungkapnya.
Sumber : Jawa Pos 16 Maret 2015 Hal 36

