Sumber berita : https://mili.id/baca-16492-uc-surabaya-kenalkan-budaya-nusantara-pada-mahasiswa-asing-lewat-discover-indonesia

UC Surabaya Kenalkan Budaya Nusantara pada Mahasiswa Asing Lewat Discover Indonesia

21 Januari 2025

Surabaya, mili.id – School of Business Management Universitas Ciputra (UC) Surabaya menggelar program Discover Indonesia bertajuk “Business, Innovation and Culture”.

Program itu diikuti 20 mahasiswa asing dari OP Jindal Global University.

Penanggungjawab kegiatan, Dr. Gracia Ongkowijoyo mengatakan, kegiatan ini diagendakan sampai 25 Januari 2025 dengan berbagai kegiatan yang menitikberatkan pada explorasi keindahan dan budaya Jawa Timur.

“Universitas Ciputra dengan senang hati untuk membuka kesempatan kolaborasi antara UC dan OP Jindal Global University, dengan berkunjung pada pameran proyek bisnis mahasiswa UC dan juga budaya Jawa Timur,” ungkap Gracia, Selasa (21/1/2025).

Selama tiga pekan, banyak aktivitas yang dikenalkan kepada mereka, seperti mengikuti pameran UMKM di Desa Pakal dan Desa Pujon.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa asing diajak melakukan pengamatan bisnis UMKM lokal, serta mencicipi cita rasa jajanan khas Indonesia.

Gracia memaparkan bahwa mahasiswa asing ini juga diajak menghadiri dan validasi lintas negara bisnis exhibition produk dari project bisnis mahasiswa UC.

“Mereka diharapkan memberikan review terhadap produk mahasiswa UC apakah bisa diterima di pasar internasional, secara khusus pasar India. Ke depan hal ini diharapkan semakin mempererat kolaborasi antara UC dan OP Jindal Global University,” terangnya.

Selain mengikuti expo dan meeting kolaborasi di UC, pihak OP Jindal Global University juga diajak berwisata dan mengenal Indonesia lebih dekat seperti ke Gunung Bromo, workshop batik, dan tur edukasi di beberapa daerah Jawa Timur, tak terkecuali di Surabaya.

Pada kesempatan ini juga mahasiswa asing ini diajak belajar bermain gamelan secara langsung di UC, yang dimentori Dr. Henry Susanto Pranoto, Dosen International Business Management UC.

“Kami berikan pengenalan budaya Jawa dan tata krama terlebih dahulu untuk membekali mereka main gamelan. Kami memasukan tradisi India dalam bermain gamelan, hal ini tentu menarik. Jadi akan diajarkan teknik bermain gamelan modern sebagai bentuk akulturasi budaya Indonesia dan India,” papar Henry.

“Pilihan lagu pun kita kombinasi yaitu lagu jawa yang di-India-kan. Sedangkan lagu India, di-Jawa-kan,” imbuhnya.

Dalam mengajarkan bermain gamelan ini, Henry mengaku menghadapi beberapa tantangan, salah satunya harus bisa memaksimalkan talenta peserta di bidang seni musik dan tari.

Metode yang diterapkan Henry dalam melatih mahasiswa Jindal ini adalah Memayu Hayuning Buwana (memperindah keindahan dunia), yaitu mengajar yang menyenangkan sesuai kesukaan dan kemampuan mereka.

“Jadi singkatnya, metode bisa disebut have fun yang mengakibatkan cepat bisa memainkan alat musik,” pungkasnya.