
UC Turut Memproduksi APD untuk Nakes
SURABAYA, Jawa Pos – Alat pelindung diri (APD) menjadi kebutuhan utama tenaga kesehatan (nakes), para pahlawan di tengah pandemi Covid-19. Untuk memastikan APD cukup, banyak pihak yang ikut turun tangan dengan membuat dan membagikan APD secara cuma-cuma. Salah satunya Universitas Ciputra (UC).
Ada dua fakultas yang berkolaborasi untuk memproduksi APD. Yakni, fakultas kedokteran (FK) dan fakultas industri kreatif (FIK). APD yang di hasilkan beragam. Mulai masker, hazmat, jubah, sampai face shield. Dekan FIK Astrid Kusumowidagdo mengatakan, masker,hazmat, dan jubah diproduksi sejak dua minggu lalu.
Untuk face shield, lanjut Astrid, dimulai minggu ini. Ada dua tahap pembuatan. Astrid memprediksi tahap pertama ramapung pekan ini. Totalnya 300 face shield. “Tahap kedua 300 face shield juga, hasil kolaborasi dengan pihak donatur,” jelasnya.
Dia menyatakan, APD buatan UC tidak dijual. Semua murni didonasikan. APD keseluruhan yang didistribusikan berjumlah 2.500 masker, 200 hazmar, 100 jubah dan 600 face shield. Dia mengungkapkan, UC sangat terbuka untuk kerja sama atau kolaborasi dengan donatur baru.
Lantas, siapakah yang akan menerima bantuan APD tersebut? Astrid menuturkan, ada rumah sakit, klinik, hingga puskesmas yang telah didaftar UC sebagai penerima bantuan APD. Antara lain, RSUD dr M. Soewandhie serta lima puskesmas. “Puskesmas Simomulyo, Tambak Rejo, Pegirian, Gading, dan Sememi, dan Made,” paparnya.
Secara terpisah, dosen interior architecture Evert Indrawan mengungkapkan bahwa bukan hanya mahasiswa yang terlibat dalam proses produksi. Namun dosen pun ikut di dalamnya. Total ada 23 dosen dan 35 mahasiswa. “Pihak FK berkontribusi memberikan arahan sesusai standar APD dari WHO hingga mensterilkan APD yang sudah jadi,” jelasnya. (sam/c15/nor)
Sumber : Jawa Pos, 8 April 2020 | Hal 15
