Ucapkan Kata secara Utuh tanpa Dibikin Cadel.
Ngobrol dengan Bayi Pakai Teknik Parentese
Jawa Pos. 28 April 2024. Hal. 20
“Cayangnya mama mau boneka beluang?” Parents yang masih berucap dengan gaya cadel ketika bicara dengan bayi sebaiknya mulai menggunakan kosakata utuh. Barengi dengan penerapan teknik parentese untuk menstimulasi perkembangan berbahasa dan berbicara si kecil.
SERING KALI orang dewasa mengubah cara bicaranya menjadi cadel saat berinteraksi dengan bayi. Padahal, kata yang didengar bayi akan terekam pada memorinya. “Meski dia belum bisa mengulangi dengan benar, ucapkan kata dengan jelas, tidak dikurangi dan tidak dilebihkan. Supaya anak dapat menyerap kosakata secara utuh,” ujar Ni Made Karinadevi P.J. SPsi MPsi Psikolog.
Ortu dapat menggunakan teknik parentese ketika berbicara dengan bayi. Strategi itu dinilai efektif untuk menstimulasi proses berbahasa dan berbicara bayi. Bayi yang sejak usia 6-14 bulan diajak ortunya berinteraksi dengan menggunakan parentese akan mengalami peningkatan mengoceh yang besar.
“Menurut penelitian, pada usia 24 bulan, bayi yang banyak mendengar parentese memiliki kosakata lebih banyak,” imbuh psikolog anak dan remaja Caterpillar Children Clinic Surabaya itu.
Parentese menggunakan kosakata yang nyata dan tata bahasa yang benar. Ada tiga teknik dalam menerapkan parentese. Pertama, berbicara dengan nada satu oktaf lebih tinggi. “Kedua, intonasinya melengkung. Yang tinggi lebih tinggi, yang rendah lebih rendah. Mengucapkannya juga harus terdengar bersemangat dan bahagia,” lanjut psikolog yang kerap sharing parenting
lewat akun Instagram @karinadevipj itu.
Terakhir, pengucapannya lebih lambat dengan jeda di antara frasa. Hal tersebut bertujuan memberi si kecil waktu untuk berpartisipasi dalam percakapan. “Misalnya, ‘maama, papaa, saaAyang, kamuu.’ Jangan mama papa cayang amu,” contohnya.
Teknik parentese akan lebih efektif jika diterapkan secara tatap muka langsung dan konsisten dalam percakapan sehari-hari. Ortu juga bisa menambahkan stimulasi lain lewat membacakan buku. cerita dan mengajak bayi bernyanyi. “Ketika bayi mulai mengeluarkan kata merespons kita, ulangi kata yang dia ucapkan dengan kosakata yang lebih jelas,” tandas Karina. (lai/c7/nor)

