Ungkapan Cinta ke Ibu di Runway

7 Januari 2024. Hal. 17

JAKARTA – Bagi Jenny Yohana Kansil, ulos lebih dari sekedar wastra elok. Dalam lembaran ulos, Jenny menemukan jati dirinya yang mewarisi darah Batak dari sang ibu, Lidya Panjaitan. Momen SPOTLIGHT Indonesia 2023 beberapa waktu lalu pun menjadi kesempatan Jenny untuk mengungkapkan rasa cinta kepada ibunya.

Jenny menyebut 7 koleksi yang diperagakan para model di runway dipersembahkan untuk sang ibu. Desainer asal Jakarta itu menjelaskan, ibunya memiliki banyak sekali persediaan ulos. “Orang Batak itu kalau ada momen penting seperti pernikahan, kelahiran, meninggal, dan lainnya, selalu saling memberi ulos,” papar Jenny saat dihubungi Jawa Pos Kamis (4/1)  siang. Koleksi yang diperagakan Jenny di SPOTLIGHT Indonesia 2023 didominasi warna hitam. Warna itu dipilih untuk mengimbangi warna ulos milik sang ibu, yang jumlahnya disebut sudah mencapai beberapa koper. “Ulos itu biasanya berwarna cerah atau terang,” tambah alumnus Istituto di Moda Burgo, Milan, Italia, tersebut.

Jenny lantas menggabungkan budaya Italia dan Batak. Secara spesifik, arsitekturnya. Dia menilai arsitektur adat Batak dan baroque Italia memiliki ornamen yang tidak hanya indah, tapi juga dimaksudkan sebagai simbol perlindungan dan kekokohan. “Di rumah adat Batak ada gorga, di bangunan baroque Italia ada gargoyle,” ujar Jenny.

Ornamen gorga dan gargoyle yang indah sekaligus kokoh diterjemahlan Jenny ke dalam desain busana yang berkonstruksi. Desainnya rapi, dengan garis-garis yang tegas. Cocok dikenakan untuk acara formal, bisnis, atau office wear.

Meski berpotongan cenderung rapi, koleksi itu tidak terlihat kaku. Berkat sentuhan ulos yang berwarna cerah, busana berpotongan rapi tetap terlihat menarik. Jenny pun memberikan twist atau aksen lain berupa ruffle, cropped top, pita, hingga padanan berupa dress untuk kesan feminin dan chic.

Puncaknya, Puteri Indonesia Sumatera Utara 2022 Sarah Pla Desideria Panjaitan muncul sebagai muse. Dia memakai coat maxi dress yang terbuat dari dua jenis ulos. Jenny merangkai ulos-ulos itu menjadi satu dan menggabungkannya dengan kain mikado. “Untuk ulos Sadurn yang teksturnya lebih lemas, saya padukan dengan bahan wol dan katun,” ujar pendiri Istituto di Moga Burgo Indonesia itu. (c18/len)

sumber: Jawa Pos