Universitas Ciputra dan Kemenperin Perkuat Branding Tenun Ikat Kediri
23 Mei 2026
jatim.jpnn.com, SURABAYA – Upaya pelestarian tenun ikat Kediri terus diperkuat di tengah persaingan industri fesyen modern.
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui Direktorat Industri Kecil Menengah (IKM) dan Aneka berkolaborasi dengan Universitas Ciputra Surabaya menggelar program Bimbingan Teknis Diversifikasi Produk Tenun Ikat dan Fesyen di Kota Kediri pada 18-22 Mei 2026.
Program tersebut diikuti 20 pelaku IKM terpilih yang mendapatkan pendampingan intensif mulai dari pengembangan motif, desain fesyen modern, branding, strategi harga, hingga teknik presentasi produk.
Pendampingan itu bertujuan agar produk tenun ikat Kediri mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Dosen School of Business Management Universitas Ciputra Aria Ganna Henryanto menilai tenun ikat Kediri tidak boleh berhenti hanya sebagai produk kerajinan.
“Tenun ikat Kediri menyimpan cerita panjang tentang tradisi dan jati diri masyarakat. Karena itu, pengembangannya harus dibarengi penguatan identitas merek dan storytelling budaya agar memiliki nilai lebih di pasar,” ujar Aria, Jumat (22/5).
Sementara itu, dosen Fashion Design & Business Universitas Ciputra Fabio Ricardo Toreh menyebut penguatan UKM fesyen berbasis budaya menjadi langkah penting dalam membangun ekonomi kreatif berkelanjutan.
Salah satu peserta sekaligus pemilik Palu Gada Tenun Ikat, Slamet Sugianto, mengapresiasi program pendampingan tersebut.
Menurut dia, pelatihan yang diberikan berlangsung komprehensif karena tidak hanya mengeksplorasi motif baku tenun ikat bernilai budaya, tetapi juga mengembangkan desain fesyen kekinian sesuai kebutuhan pasar.
“Kami berharap ada tindak lanjut dan kerja sama berkelanjutan antara Universitas Ciputra dengan Pemkot Kediri agar pendampingan lebih intensif dan strategis,” kata Slamet.
Aria menambahkan kolaborasi Universitas Ciputra dan Kementerian Perindustrian diharapkan mampu melahirkan generasi baru pelaku industri tenun ikat Kediri yang tetap menjaga warisan budaya sekaligus berani menembus pasar global.

