Ajarkan Anak Nilai Kewirausahaan sejak Dini
29 November 2024
Universitas Ciputra (UC) Surabaya membuat dan melaunching (meluncurkan) buku bacaan anak di perpustakaan digital untuk meningkatkan literasi baca anak-anak, Kamis (28/11). Buku bacaan bertajuk A Day with Yucca ini dibuat dengan alur cerita yang mudah dipahami anak-anak dengan karakter utama maskot UC, Yucca.
Buku bacaan bertajuk A Day with Yucca ini dibuat dengan alur cerita yang mudah dipahami anak-anak dengan karakter utama maskot UC, Yucca kepala perpustakaan UC Yehuda Abiel, mengatakan konsep buku ini terinspirasi dari pemikiran sosok Ciputra, seorang tokoh entrepreneur Indonesia. Pihaknya ingin mengajarkan anak-anak tentang nilai kewirausahaan sejak
dini.
“Melalui karakter Yucca, kami berharap dapat menanamkan semangat seven spirit entrepreneurship, sebuah konsep yang mengajarkan hal-hal kecil yang dilakukan sejak dini dapat berdampak besar di masa depan,” jelas Yehuda, Kamis (28/11).
Menjadi bagian dari program digital library yang dihadirkan oleh UC. buku ini bisa diakses diberbagai platform untuk mempermudah masyarakat mengakses literasi secara lebih luas.
“Kami ingin membuka akses kepada masyarakat, terutama anak-anak, agar lebih terbiasa dengan budaya membaca. Teknologi memang berkembang pesat, tetapi kegemaran membaca masih perlu ditumbuhkan. Ini adalah salah satu cara kami agar anak-anak memiliki. kekuatan imajinasi dan daya pikir yang lebih baik,” tuturnya.
Buku A Day With Yucca merupakan karya pertama yang diluncurkan dan digarap oleh alumni dan mahasiswa Prodi Visual Communication Design (VCD) UC.
Penulis dan editornya ialah Daigo Tanu Saputra dan ilustratornya Stefani Natalia Wijaya, Viny Fitria, serta Jennifer Christina Dinata.
Stefani mengatakan tantangan utama dalam pembuatan buku itu adalah menciptakan latar belakang cerita sesuai dengan karakter Yucca. “Kami ingin karakter Yucca menunjukkan nilai- nilai entrepreneurship yang bisa diterima dengan t mudah oleh anak-anak. Proses pembuatan latar belakang yang tepat sangat penting untuk menyampaikan pesan cerita secara efektif,” ujar Stefani.
Dengan keunikan karakter Yucca yang dikemas secara menarik dan mengedukasi, buku itu diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam membentuk karakter anak- anak Indonesia sejak usia dini.
“Harapannya, dengan cerita yang menarik ini, anak-anak bisa lebih memahami pentingnya nilai-nilai kewirausahaan serta budaya membaca,” katanya.
Ilustrator buku dongeng Daigo Tanu Saputra mengaku, dalam pembuatan buku tersebut ia menggunakan bantuan Artificial Intelligence (AI). “Karena dengan Al sangat membantu kita. Dan proses pengerjaannya hanya butuh waktu 2-3 minggu saja,” sebutnya.
Inovasi itu merupakan bagian dari komitmen UC dalam mendukung program peningkatan literasi yang inklusif, dengan mengedepankan teknologi dan aksesibilitas bagi masyarakat luas.
Program tersebut diyakini akan membawa perubahan positif dalam cara anak-anak mengonsumsi literasi dan belajar nilai-nilai penting untuk masa depan mereka. Diektahui, buku cerita dongeng karya UC ini dapat diakses secara gratis melalui laman library. ciputra. (sulvi sofiana)

