Sumber:https://www.jawapos.com/pendidikan/014724474/universitas-ciputra-pamerkan-poster-model-bisnis-global-siapkan-pelaku-bisnis-global-di-indonesia

Universitas Ciputra Pamerkan Poster Model Bisnis Global, Siapkan Pelaku Bisnis Global di Indonesia

4 Juni 2024

Dimas Nur Aprianto

 

JawaPos.com–Tidak kurang dari 60 Poster Model Bisnis Global lengkap dengan strategi pemasaran dipamerkan di Corepreneur Universitas Ciputra Surabaya.

Dosen International Business Management Universitas Ciputra Doktor Romauli Nainggolan, S.E., M.Si., CFDM., memaparkan, pameran diikuti mahasiswa semester 2 mata kuliah International Business. Dikerjakan secara berkelompok tiap kelompok 3-5 orang.

”Tiap kelompok menyajikan hasil research mulai dari produk pilihan, negara tujuan, budaya negara tujuan, dan desain strategi praktis untuk mencapai tujuan bisnis global,” ujar Romauli Nainggolan.

”Pameran ini merupakan bagian proses belajar dengan metode Project Based Learning. Mengasah kejelian dalam melihat peluang perdagangan internasional. Diharapkan mampu membuat rancangan strategi bisnis global yang bisa diwujudkan sebelum maupun setelah lulus S1,” terang Romauli.

Dia mengaku, peran dosen adalah membuka wawasan mahasiswa seperti tentang budaya negara tujuan, kebijakan ekonomi dan moneter negara tujuan, dan beragam strategi yang menjadi acuan dalam merancang bisnis global.

”Kami memperluas wawasan mahasiswa dengan metode research berbasis empiris sederhana sehingga mahasiswa mendapat gambaran tentang bisnis global. Kami juga membentuk pola pikir bisnis global mahasiswa. Nah, ini penuh tantangan, karena mahasiswa yang ikut mata kuliah ini masih duduk di semester 2,” jelas Romauli.

Glenn Ariel Frederick Sentosa, ketua kelompok bisnis Kain Tradisional Sumba menjelaskan, alasan memilih kain Sumba karena merupakan salah satu produk tekstil yang memiliki kualitas sangat bagus. Dibuat dengan cara tradisional yang unik yaitu ditenun. Selain itu ingin lebih memperkenalkan budaya Indonesia ke kancah internasional melalui produk kain Sumba.

”Kami memilih Prancis karena dikenal sebagai pusat fashion. Harapan kami, kain khas Sumba bisa dijadikan bahan karya fashion para desainer. Bisa dimodifikasi dan menghasilkan karya mode tren fashion yang fresh seperti dress dan topi,” terang Glenn.

Bertrand Marciano Kurniawan, ketua kelompok bisnis kayu gaharu, mengaku bisnis itu mempunyai potensi yang besar. Kebiasaan warga Arab Saudi yang menggunakan oud sebagai bagian dari lifestyle mereka.

”Untuk strategi pemasaran kami menggunakan saluran indirect channel atau tidak langsung perdagangan global. Jadi, kami menargetkan pedagang besar terlebih dahulu untuk membeli produk kami. Dilanjutkan dengan pengecer lalu baru sampai di tangan konsumen,” terang Bertrand.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah