TAHUN 2011 sepertinya baru T kemarin, ya. Gossip Girl masih ditayangkan di televisi. Game of Thrones belum ada apa-apanya. Dan Captain America belum bertomu Tony Stark. Lagu wajib yang diputar di malam minggu adalah Party Rock Anthem nya LMFAO. Atau Someone Like You nya Adele. Pangeran William dan Kate Middleton baru menikah.
Ternyata, itu sudah 10 tahun yang lalu, Iho. Dan itu berarti satu hal. Tren yang torjadi satu dekade lalu, cenderung berulang. Termasuk dalam hal fashion.
Memang benar. Pandemi telah mengubah cara berpakaian normal di seluruh dunia. Namun, beberapa label besar yang sangat berpengaruh telah menunjukkan gejala-gejala mendaur ulang tren 2011 ke dalam koleksi mereka tahun ini. Itu, setidaknya, terlihat dari beberapa fashion week koleksi spring/summer 2021 yang digeber akhir tahun lalu.
Colour block, yang pernah hits banget sepuluh tahun lalu, dihidupkan lagi oleh Versace dan Tods. Demikian juga corak bold yang tersebar di seluruh permukaan busana. Sementara Fendi kembali mengusung material sheer yang sempat terkenal satu dekade silam.
Nah, jika-entah bagaimana caranya masih menyimpan item-item fashion dari 2011, jangan buru-buru didonasikan. Siapa tahu masih ada yang bisa dipakai tahun ini. Hanya perlu sedikit styling dan sentuhan modern, agar tidak terlihat out of date banget. Berikut contohnya.
Vest
2011
Kebanyakan berbahan denim, kulit. atau model tuxedo. Terinspirasi masa muda Britney Spears, vest di tahun ini biasanya dikenakan di atas midi dress model boho. Dilengkapi topi atau tas dengan detail fringe. Cute. Celebrity stylist Rachel Zoe sering terlihat mengenakan vest denim.
2021
Bahannya lebih bervariasi. Untuk kenyamanan maksimal-terutama di musim hujan seperti sekarang kita bisa mengenakan sweator vest berbahan rajut seperti ini. Apakah mau memilih yang model oversized atau yang cropped, bebas. Kita bisa bermain dengan proporsi. Serunya lagi, item ini cocok dipadukan dengan atasan apa saja. Terutama yang berkerah.
Colour Block
2011
Kita sengaja membeli atasan dan bawahan dalam wama-wama primer yang bertabrakan. Seperti merah dengan biru. Orange dengan hijau. Hingga ungu dan kuning. Prinsipnya, makin banyak blok warna yang masuk dalam outfit, makin menarik. Dalam hal aksesori, yang dipilih adalah chunky necklace atau cuff besar. Biasanya terbuat dari logam (emas atau perak) dan lebarnya minimal 5 cm. Super bold. Dibutuhkan konfidensi tingkat tinggi untuk mengenakan outfit semacam ini.
2021
Lebih simpel dan efisien. Wama yang bertabrakan maksimal dua pieces. Dan diusahakan masih satu keluarga. Misalnya sama-sama warna dingin (biru, ungu, pink), atau sesama wama hangat (orange, merah bata, cokelat). Lalu diimbangi dengan warna netral. Contohnya, dengan mengenakan sepatu atau tas warna krom atau hitam. Sedangkan untuk aksesori, pilih yang minimalis.
Peplum
2011
Ingat kan. Kita pernah sangat berkomitmen terhadap gaya yang satu ini. Bahkan, semuanya dibikin peplum. Mulai dari blouse, blazer, kemeja, serta dress. Bahkan sampai rok pensil (sengaja ditambahkan ruffle pada pinggang agar membentuk peplum), arta colana. Potongan outfit-nya seragam. Yakni menyempit di bagian pinggang, untuk memberi kesempatan si peplum untuk mencuri perhatian.
2021
Struktur peplum tercipta dari efek ikat pinggang. Lebih subtle. Tidak terlalu mekar. Kita tidak perlu membeli iton khusus untuk mendapatkan peplum look. Cukup tambahkan wide belt yang mencolok di atas jaket atau blazer,
Sumber:
Harian Disway. 16 Februari 2021

