Rasa Pahit Pemicu Semangat. Surya.3 Februari 2015.Hal.5

Kebiasaan minum kopi bukan saja disukai kaum pria. Wanita pun menggemari minuman berwarna pekat ini untuk melengkapi hari-harinya. Secangkir kopi panas pada pagi atau sore hari mampu memicu semangat beraktivitas lebih optimal. Berapa cangkir kopi sehari yang bisa dikonsumsi seorang wanita? Semua tergantung dari selera masing-masing. Sebagian besar mereka minum kopi hangat di pagi hari untuk mengawali langkah. Tadi pagi sebelum berangkat kerja sudah minum satu cangkir. Sore hari jika sudah di rumah biasanya minum satu  cangkir lagi, kata Fifi Mufidah, perias yang tinggal di kawasan Pondok Candra.

Bagi dia, minum kopi menjadi rutinitas harian yang tidak boleh dilewatkan. Fifi mengaku sudah lama menyukai minuman kopi, terutama kopi instan. Sebelum sarapan, Fifi selalu menyeduh secangkir kopi. Beberapa jam kemudian baru lah dia makan seporsi nasi. Seolah tidak bisa terlepas dari minuman kopi, seloroh Fifi. Bukan itu saja, jika sedang tidak banyak pekerjaan, frekuensi Fifi minum kopi bisa bertambah. Selain pagi dan sore hari, dia juga minum kopi saat malam hari. Namun, ngopi malam hari ini tidak dilakukan setiap hari.

Saat tidak ada pekerjaan yang harus dirampungkan, baru deh kopi instan panas menjadi teman begadang saya, ungkap ibu dua anak ini. Bahkan, saking gemarnya minum kopi, sebagian plak gigi Fifi pun terlihat berwarna hitam. Lha gimana, kalau belum ngopi rasanya ada yang masih kurang. Jadi, ngopi saban hari, guyon Fifi sembari tertawa. Fifi tidak sendirian. Dwi Ummi, staff pegawai negeri sipil ini, tak mau melewatkan secangkir kopi sebelum berangkat ke kantor pada pagi hari. Tiap pagi saja minumnya, ucap Dwi.

Kopi mengisi menu pagi harinya sejak dia masih kuliah. Hanya saja, dulu dia biasanya minum dua hingga tiga cangkir kopi sehari. Sekarang satu gelas pada pagi hari saja cukup. Tidak bisa lepas dari kebiasaan minum. Kopi juga dialami Hesti Hadiyantina. Rata-rata dia mengonsumsi dua hingga tiga gelas kopi sehari. Jenis kopinya instan dan tidak terlalu manis, katanya. Jadwal minum kopinya antara lain pada pagi hari sebelum beraktivitas, sore ketika bersantai, dan kadang menambah segelas lagi pada malam hari.

Bagi ketiga wanita di atas, minum kopi ini dilakukan ketika berada di rumah atau bertandang ke rumah temannya. Minum kopi sampai nongkrong di kafe atau warung justru tidak pernah pesan kopi. Kecuali, terpaksa memesannya ketika seharian belum minum kopi, tutur Hesti.

Bebas pilih rasa

            Belakangan, minum kopi menjadi trend gaya hidup bagi mereka yang tinggal di kota besar. Kafe-kafe kopi baru bermunculan, menawarkan kebiasaan ngopi cantik. Istilah itu melekat pada sekumpulan wanita berdandan cantik dan mengisi waktu ngobrol sembari menyeruput kopi di kafe. Ini yang dilakukan Vincensia Devi, wanita muda yang tengah menempuh pendidikan S2 ini. Dia mengaku jika sering minum kopi di kafe. Sebab, saya bisa bebas memilih rasa kopi, ungkapnya. Devi kerap memesan kopi hitam tanpa gula atau dengan sedikit gula. Rasa kopi asli muncul ketika tidak ada bahan campuran lainnya. Jika saya ingin agak manis ya tinggal menambahkan sedikit gula, paparnya.

Kegemaran ini diyakini Devi dapat membuat tubuhnya menjadi langsing. Badan saya kan gemuk, jadi harus banyak minum kopi, ujarnya. Tak ayal, dua hingga tiga gelas kopi sehari selalu dikonsumsi Devi.

Minum kopi bagi wanita bermanfaat baik dan sangat dianjurkan para ahli gizi. Selain mampu menurunkan berat badan, mengonsumsi minuman kopi juga dapat menghindari risiko penyakit kanker. Ketua persatuan ahki gizi Indonesia (Persagi) Jatim Andriyanto menjelaskan, kopi mengandung zat yang berguna bagi tubuh, yakni kafein. Kafein menjadi energy otak, jika dikonsumsi secara benar maka akan bermanfaat bagi tubuh, jelasnya.

Terkait dapat menurunkan berat badan, Andriyanto menegaskan secara ilmiah hubungan minum kopi dan penurunan berat badan itu tidak ada. tetapi, minum kopi itu memang nikmat. Secara psikis setelah menghabiskan secangkir kopi, orang enggan makan. Dengan sendirinya ini membuat berat badan orang turun, paparnya. Begitu pula kaitan minum kopi dan mengusir rasa kantuk. Itu hanya sugesti orang yang minum kopi itu saja. Penjelasan ilmiahnya tidak ada. sifat alamiah kopi memang dapat menenangkan, tetapi bukan berarti kopi adalah zat penenang.

Sejumlah jurnal penelitian menunjukka, minum kopi bisa mengobati sakit kepala. Jadi, kalau sakit kepala jangan minum obat terlebih dulu. Sebaiknya dicoba minum kopi, karena sifat alamiah kopi yang menenangkan, lanjutnya. Satu hal yang perlu diingat, paling tepat minum kopi ketika masih panas sebab manfaat kafein masih sangat bagus untuk tubuh. Berbeda jika sudah dingin, kafein tidak lagi bermanfaat. Kafein tidak dapat diserap tubuh secara maksimal dan berdampak pada kinerja ginjal yang semakin berat. Untuk itu, sebaiknya kopi diminum saat masih panas.

  1. Kandungan kafein secara alamiah yang bisa menenangkan tidak diartikan bahwa kopi adalah zat penenang.
  2. Karena sifat menenangkan itu maka ketika pusing dianjurkan minum kopi dari pada mengonsumsi obat skait kepala.
  3. Minum kopi saat masih panas agar diserap tubuh secara maksimal. Jika sudah dingin, penyerapan akan lambat dan memperberat kinerja ginjal.
  4. Minum kopi itu nikmat dan nyaman. Maka, setelah minum kopi biasanya sudah tidak ingin makan. Dampaknya terjadi penurunan berat badan.

Sumber: Surya, Selasa 3 Februari 2015