Jika dari semua keluhan yang muncul, lalu dicek semua ternyata normal dan bersih, perlu dipertimbangkan untuk ke psikiater.”

DOKTER AIMEE NUGROHO SPKJ Psikiater di National Hospital

SURABAYA, Jawa Pos – Keluhan-keluhan pada tubuh yang berasal dari pikiran patut diwaspadai. Keluhan yang disebut psikosomatis tersebut hanya bisa dikenali dengan bantuan tenaga medis ahli. “Untuk tahu keluhannya berasal dari pikiran atau benar ada kondisi lain, perlu dibantu dokter yang berkaitan,” ucap dr Aimee Nugroho SpKJ.

Bentuk psikosomatis pada pasien cukup beragam. Aimee mengatakan, memang ada beberapa keluhan yang cukup sering muncul. “Keluhan asam lambung meningkat saat stres. Banyak juga yang keluhannya sakit kepala, telinga berdenging, rasa berat di tengkuk,” paparnya.

Beberapa gejala lain yang cukup sering ditemui adalah jantung dan dada berdebar, tremor, hingga rasa sesak. Gejala tersebut bisa dipicu dengan kejadian tertentu. Misalnya, ada kejadian yang mengakibatkan tekanan pada psikologi individu. Pola tersebut harus diketahui penderitanya. “Bisa juga gejalanya muncul biduran atau gangguan perut mulas karena ada stres,” sambung Aimee.

Gejala-gejala tersebut bisa dicek ke dokter berkaitan. Contohnya, pemeriksaan gangguan asam lambung oleh dokter spesialis penyakit dalam. Keluhan dada berdebar bisa dicek. dokter spesialis jantung. “Jika dari semua keluhan yang muncul, lalu dicek semua ternyata normal. Bersih. Perlu dipertimbangkan untuk ke psikiater,” papar psikiater di National Hospital tersebut.

Psikosomatis tersebut bisa punya hasil diagnosis yang sangat luas. Aimee menuturkan, banyak kondisi klinis yang memicu hal tersebut. Gangguan panik, misalnya, bisa menghasilkan naiknya denyut nadi hingga rasa sesak napas. Jika kondisi tersebut tidak tertangani, kualitas hidup penderitanya bisa terganggu. Aimee mengatakan menemui kasus pasien terserang panic attack alias serangan panik saat menyetir. “Akhirnya dia memilih tidak menyetir karena takut gejala muncul di tengah jalan,” sambung Aimee.

Gangguan kejiwaan lainnya bisa juga memicu psikosomatis. “Payungnya bisa sangat luas. Seperti depresi, somatoform, hingga hipokondria,” tegasnya. Jika memang hasil pemeriksaan secara fisik dinyatakan bersih, penting bagi pasien mempertimbangkan kunjungan ke psikiater. (dya/c13/ady)

 

Sumber: Jawa Pos. 12 Juni 2021. Hal.15